Timing menambahkan, saat ini SMPN 2 Rajeg masuk dalam sekolah sehat. Ini karena lingkungan yang bersih serta pengelolaan sampah yang baik. Jadi, tidak ada sampah yang berserakan dan juga tidak ada tempat yang kotor.
”Semua sudut sekolah bersih dari sampah ataupun debu, bahkan toilet sekolah bersih karena setiap hari dibersihkan dan juga ada aturannya setelah menggunakan toilet. Jadi lebih bersih dan tertib saat menggunakan toilet sekolah,” paparnya.
Ia menjelaskan, semua pihak juga terlibat dalam proses lingkungan sekolah sehat, ada beberapa orangtua juga menyumbangkan bibit tanaman untuk ditanam di sekolah. Karena, kepedulian tersebut akhirnya kebiasaan menjaga lingkungan sekolah tetap bersih dan sehat tetap berjalan.
”Saya sangat bersyukur menjadi kepala SMPN 2 Rajeg, karena semua pihak sangat peduli dengan lingkungan sekolah. Jadi, sekolah sehat bisa kita wujudkan bersama tanpa harus saling tunggu atau saling tunjuk,”tutupnya.(ran)











