Mantan Direktur RSU Kota Tangsel ini mengungkapkan, sejak Januari hingga 7 September 2024 diwilayahnya telah terjadi 680 kasus DBD. “Jumlah ini jauh lebih tinggi dibanding kasus DBD selama 2023 yang hanya 420 kasus,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) pada Dinas Kesehatan Kota Tangsel Eliwedi Erni mengatakan, DBD merupakan penyakit infeksi virus akut yang disebabkan oleh virus dengue.
Sampai saat ini belum ada obat yang spesifik tapi, bila pasien DBD berobat dini, maka kasus-kasus tersebut dapat diselamatkan. Salah cara yang dapat dilakukan adalah menghindari gigitan nyamuk penular DBD.
“Jadi upaya pengendalian DBD ini penting dan terutama mengendalikan jentik dan nyamuk penular serta upaya membatasi kematian karena DBD,” ujarnya.
Sebagai upaya pencegahan, pihaknya melakukan berbagai upaya pemberantasan sarang nyamuk (PSN) 3 M plus dengan program gerakan 1 rumah 1 jumantik.











