Tutur mengatakan, pengobatan yang dilakukan dengan cara menyuntikkan antibiotik, anti radang, dan vitamin, sekaligus melakukan penyemprotan desinfektan di lokasi kandang.
Pengobatan dilakukan dua kali, yang diawali pada Kamis 1 Agustus dan Kamis 8 Agustus 2024.
“Saat ini kondisinya sudah membaik, kemudian nafsu makan sudah baik, meskipun ada yang tidak terselamatkan sebanyak delapan kerbau. Karena, kondisinya sudah semakin parah, namun kita berhasil menyelamatkan ratusan kerbau,” ujarnya.
Tutur mengaku, para peternak di Kecamatan Binuang ini pada awal tahun lalu menolak hewan ternaknya untuk divaksin, yang mengakibatkan terserang PMK.
Sehingga, ada kemungkinan menolak vaksin itu menjadi salah satu penyebab hewan ternak para peternak di Kecamatan Binuang banyak terpapar PMK.
“Mungkin ini, menjadi salah penyebabnya yang membuat ratusan kerbau terpapar PMK. Selain itu, kita masih melakukan investigasi karena Binuang itu jalur lalu lintas ke wilayah Tangerang. ucapnya.











