Termasuk para tetangga yang sempat berkomunikasi dan tinggal di lingkungan tersebut, telah dilakukan skrinning terhadap 20 orang.
“Kami berikan obat sebagai pencegahan penularan. Kami juga berharap warga di sini tidak menjauhi keluarga yang terkena kusta, karena ini sebetulnya penyakit biasa,” tuturnya.
Penjabat (Pj) Wali Kota Serang Yedi Rahmat mengatakan, pihaknya telah melakukan skrinning terhadap 20 warga yang jarak rumahnya dekat dengan satu keluarga tersebut.
“Alhamdulillah hasilnya semua negatif. Kami juga akan memberikan obat sebagai upaya pencegahan penularan kusta,” ujarnya.
Sementara untuk yang satu keluarga beranggotakan tujuh orang tersebut berdasarkan hasil skrinning ulang, hasilnya hanya ada dua orang atau anak yang memerlukan pemeriksaan lanjutan.
“Tapi belum pasti positif (kusta). Lima anggota keluarga lainnya negatif (kusta). Memang, (kusta) ini menular, tapi masa inkubasi (bakteri) itu dua sampai lima tahun, makanya kami melakukan pencegahan dini,” katanya. (een)











