Perumda Pasar Dorong Pedagang Luar Masuk ke Gedung Pasar Anyar

Direktur Utama Perumda Pasar Kota Tangerang, Dedi Ochen saat diwawancarai wartawan di Pasar Anyar, Selasa (3/11). Dhuyuf/Banten Ekspres

TANGERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Perumda Pasar Kota Tangerang terus mendorong pedagang yang masih berjualan di luar Pasar Anyar untuk kembali menempati kios dan los di dalam gedung pasar. Relokasi tersebut mulai dilakukan Selasa (3/11), sebagai upaya mengembalikan aktivitas perdagangan ke dalam pasar hasil revitalisasi.

Direktur Utama Perumda Pasar Kota Tangerang, Dedi Ochen, mengatakan, kondisi pedagang sejauh ini masih kondusif. Pihaknya telah melakukan sosialisasi secara intensif, mulai pagi, siang hingga malam hari, agar pedagang bersedia menempati lokasi yang telah disiapkan.

Bacaan Lainnya

“Kita sudah beberapa kali sosialisasi pagi, siang, sampai malam. Kita juga sudah memberikan nomor-nomor masing-masing pedagang sesuai nomor yang sudah kita tetapkan di Gedung Pasar Anyar ini. Jadi, tinggal menunggu, silakan masuk sesuai nomor yang sudah kita berikan,” ujar Dedi saat diwawancarai Banten Ekspres, Selasa (3/11).

Menurutnya, sejumlah pedagang bahkan telah mendatangi gedung pasar untuk memastikan lokasi berjualan masing-masing. Di antaranya pedagang ayam dan sayuran yang mulai mengecek tempat sesuai penempatan yang telah ditentukan.

Dedi memastikan, pedagang yang menempati Pasar Anyar untuk sementara waktu tidak dikenakan biaya. Kebijakan tersebut berlaku hingga proses serah terima gedung dari pemerintah pusat kepada Pemerintah Kota Tangerang selesai dilaksanakan.

“Ya, semuanya masih gratis. Di Pasar Anyar ini masih gratis, tidak dipungut biaya apa pun,” tegasnya.

Ia menilai, kondisi gedung pasar yang lebih bersih dan nyaman diharapkan dapat menarik pedagang maupun pengunjung untuk kembali beraktivitas di dalam pasar. Terlebih, memasuki musim penghujan, keberadaan bangunan pasar dinilai memberikan kenyamanan lebih dibandingkan berjualan di luar gedung.

“Tempatnya bagus sekali. Apalagi sebentar lagi musim hujan. Kalau di luar kan hujan, di sini bersih, nyaman, ada kipas angin juga, adem. Nanti pedagang dan pengunjung juga merasa nyaman, aman. Jadi, kita kembali ke Pasar Anyar,” ungkapnya.

Di sisi lain, pengelolaan Pasar Anyar secara penuh masih menunggu proses persetujuan serah terima aset dari pemerintah pusat. Dedi menyebut, saat ini proses tersebut telah berada di Direktorat Jenderal Kementerian Keuangan dan tinggal menunggu persetujuan.

Ia berharap proses administrasi tersebut dapat rampung pada November ini. Dengan begitu, Pemerintah Kota Tangerang dapat segera menerima aset dan menugaskan Perumda Pasar untuk menjalankan pengelolaan secara penuh.

“Prosesnya sekarang sudah menunggu persetujuan dari Direktorat Jenderal Kementerian Keuangan. Mudah-mudahan bulan ini bisa selesai persetujuan itu ke Pemerintah Kota Tangerang, dan Pemerintah Kota Tangerang langsung menugaskan Perumda Pasar untuk melaksanakan pengelolaan secara penuh di Pasar Anyar,” jelasnya.

Belum tuntasnya serah terima aset tersebut, lanjut Dedi, turut menjadi beban bagi Perumda Pasar. Sebab, sejumlah kebutuhan operasional seperti kebersihan, keamanan, hingga listrik masih ditanggung melalui APBD Kota Tangerang.

Karena itu, percepatan serah terima dinilai penting agar Perumda Pasar dapat menjalankan pengelolaan secara mandiri sekaligus memberikan kontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD).

“Saya berharap secepat-cepatnya serah terima ini disetujui, sehingga kita bisa mendapatkan pendapatan asli daerah. Salah satu tujuan BUMD itu adalah pendapatan. Bagaimana kita bisa beroperasional secara penuh, sehingga pendapatan atau dividen Perumda Pasar juga meningkat signifikan,” paparnya.

Dedi mengungkapkan, kapasitas pedagang di Pasar Anyar mencapai sekitar 1.670 pedagang. Dari jumlah tersebut, sekitar 1.200 pedagang telah mengisi tempat berjualan. Sementara itu, masih terdapat lebih dari 100 ruko dan lebih dari 100 los yang belum terisi, dengan kekosongan cukup banyak berada di lantai dua.

Terkait penerapan tarif setelah serah terima aset, Dedi menyebut pihaknya telah melakukan kajian dan studi tiru terhadap sejumlah BUMD pengelola pasar di wilayah Tangerang dan Jakarta. Kajian tersebut juga melibatkan Kantor Akuntan Publik (KAP).

“Kita sudah kajian, sudah studi tiru dengan BUMD-BUMD lain di Tangerang dan Jakarta. Kajian juga melalui KAP. Kita sudah sampaikan kepada para pedagang, nanti kita akan terapkan JPP maupun nilai sewanya,” katanya. (*)

Pos terkait