SERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID — Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap rombongan jurnalis yang hilang kontak di perairan Gunung Anak Krakatau. Memasuki hari kedua operasi, Basarnas Banten belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Kepala Basarnas Banten, Al Amrad mengatakan, operasi pencarian dibagi menjadi tujuh unsur dalam lima sektor. Sebanyak sekitar sembilan alat utama (alut) dikerahkan, melibatkan Kantor SAR Banten, Kantor SAR Lampung, TNI Angkatan Laut, hingga Polair.
“Dari tujuh unsur yang kami bagi tersebut, posisi Gunung Anak Krakatau sudah kami kelilingi,” kata Al Amrad, di posko pencarian Carita, Rabu 9 September 2026 malam.
Pencarian dilakukan dengan radius sekitar 15 hingga 20 nautical mile dari Gunung Anak Krakatau. Sejumlah kapal juga masih melakukan penyisiran di berbagai sektor, mulai dari tenggara, timur, barat daya hingga barat laut kawasan Gunung Anak Krakatau.
Selain kapal, tim SAR turut mengerahkan drone untuk membantu pencarian. Salah satunya dilakukan KN SAR Tetuka di sekitar Pulau Sebesi. Namun, pencarian menggunakan drone tersebut belum membuahkan hasil.
“Hasilnya nihil. Memang tantangannya cukup besar, tetapi drone tidak diterbangkan terlalu lama karena mempertimbangkan risiko dan kondisi di lapangan,” ujarnya.
Al Amrad menuturkan, kondisi gelombang dan arus yang berbeda di setiap sektor menjadi salah satu tantangan dalam operasi. Aktivitas Gunung Anak Krakatau yang masih berlangsung juga menjadi faktor yang terus diperhatikan.
Meski demikian, kondisi tersebut tidak menjadi kendala utama bagi tim SAR. Basarnas telah memetakan posisi kapal dan alut yang dapat digunakan sesuai kondisi di lapangan.
Hingga hari kedua operasi, belum ada tanda-tanda korban ditemukan. Tim SAR gabungan masih mengoptimalkan seluruh unsur untuk melanjutkan pencarian di sekitar Gunung Anak Krakatau dan wilayah perairan di sekitarnya. (*)
Reporter: Aldi Alpian Indra











