SERANG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Kabupaten Serang Ahmad Muhibbin, menyebutkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang kini sedang digencarkan, salah satu bagian dari bentuk kehadiran negara dalam memberikan dan menjaga kesehatan masyarakat.
Karena kesehatan ini merupakan modal utama sebuah bangsa, sebab tanpa adanya akses kesehatan yang layak, maka Indonesia tidak bisa maju dan produktif.
Sehingga program CKG ini dijalankan pemerintah pusat, melalui instruksi Presiden RI Prabowo Subianto, sebagai bagian dari kebijakan yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.
Hal itu disampaikannya saat mendampingi Gubernur Banten Andra Soni, ketika meninjau kegiatan CKG di Universitas Falatehan, pada Sabtu 5 September 2026.
“CKG merupakan bentuk nyata kehadiran negara, bukan sekadar pemeriksaan gratis, melainkan bisa mendorong masyarakat mengenali kondisi kesehatannya sejak dini, sebelum penyakit berkembang menjadi berat,” katanya, melalui keterangan tertulis, Senin 7 September 2026.
Muhibbin mengatakan, pemeriksaan rutin melalui CKG ini sangat diperlukan, sebab banyak penyakit berkembang tanpa gejala jelas pada tahap awal, yang membuat banyak masyarakat baru datang ke fasilitas kesehatan, saat yang bersangkutan ini sudah sakit.
Pemeriksaan kesehatan melalui CKG saat efektif, untuk mengetahui berbagai penyakit berisiko, seperti hipertensi, diabetes dan berbagai penyakit lainnya.
“Melalui pemeriksaan rutin, potensi gangguan kesehatan bisa diketahui lebih awal, penanganan bisa dilakukan lebih cepat, pemerintah tidak hanya hadir saat masyarakat sakit, namun mendorong masyarakat menjaga kesehatan sebelum penyakit menjadi berat. Di Banten, termasuk di Kabupaten Serang pelaksanaan CKG ini menemukan banyak kasus hipertensi dan diabetes,” ujarnya.
Dikatakan Muhibbin, program CKG ini dinilainya mempunyai manfaat ganda mulai dari masyarakat mendapat akses pemeriksaan tanpa biaya, serta masyarakat mendapat pengetahuan tentang kondisi tubuhnya sendiri, yang nantinya bisa mengambil langkah untuk pencegahan dan mengubah pola hidupnya.
Untuk itu dirinya mengapresiasi program CKG ini, sebagai program nasional yang masif dilaksanakan khususnya di Provinsi Banten, dan mendapat dukungan kuat dari Gubernur Banten Andra Soni.
“Pendekatan preventif ini penting, karena semakin banyak penyakit ditemukan dan segera ditangani sejak dini, semakin besar juga peluang masyarakat tetap produktif. Sehingga, saya tentu mengapresiasi langkah pak gubernur yaitu pak Andra Soni, dalam mendorong pelaksanaan CKG secara masif ke seluruh kabupaten dan kota di Banten,” ucapnya.
Kata Muhibbin, Gubernur Banten Andra Soni sangat konsisten dalam mengajak masyarakat memanfaatkan CKG, sebagai bagian dari membangun Banten yang sehat dan produktif.
Hal itu dibuktikan dengan pemerintah tidak menunggu masyarakat datang ke Faskes, namun memperluas layanan dengan cara melakukan jemput bola.
“Capaian CKG di Banten patut diapresiasi, hingga 3 September 2026, sekitar 6,6 juta warga Banten telah mengikuti CKG, dari total penduduk sekitar 12,9 juta jiwa. Angka ini setara 51 persen penduduk, dan melampaui target nasional sebesar 46 persen, atau sekitar 5,93 juta orang,” tuturnya.
Capaian tersebu, kata Muhibbin, terus bergerak naik dan pada 1 September 2026, Andra Soni menyebut angka partisipasi Banten sudah mencapai sekitar 6,4 juta jiwa dan dua hari kemudian naik menjadi 6,6 juta jiwa.
Angka jutaan bukan sekadar statistik, dibaliknya ada masyarakat yang baru mengetahui tekanan darahnya, seperti yang dialami warga Kabupaten Tangerang Fajar Nurhuda, yang kembali memeriksakan kesehatannya melalui CKG setelah tiga tahun absen sejak dirawat karena sakit ginjal pada 2023.
“Kasus semacam ini, menunjukkan CKG membuka jalan kembali ke layanan kesehatan bagi masyarakat yang selama ini jauh dari fasilitas kesehatan. Keberhasilan CKG, tidak boleh berhenti pada jumlah masyarakat yang diperiksa, dan yang lebih penting memastikan masyarakat yang ditemukan kesehatan bermasalah mendapat tindak lanjut,” katanya.
Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Serang ini menyebutkan, CKG harus menjadi pintu masuk ke layanan kesehatan berkelanjutan, masyarakat yang membutuhkan pengobatan harus diberi akses pengobatan, begitu juga dengan masyarakat yang membutuhkan pemeriksaan lanjutan harus mendapat rujukan.
Agar keberhasilan program pemerintah pusat tersebut semakin meningkat, perlu diperkuat di tingkat provinsi, kabupaten dan kota, kecamatan, desa, dan kelurahan.
“Warga yang sehat juga harus terus mendapat edukasi agar mempertahankan pola hidup sehat, CKG bukan sekadar program pemeriksaan massal, namun menjadi bagian dari sistem kesehatan nasional yang berorientasi pada pencegahan, deteksi dini, dan penanganan,” ujarnya. (*)











