SOLEAR, BANTENEKSPRES.CO.ID — Pemerintah Kecamatan Solear bersama Pemerintah Desa Cikuya, perangkat desa, kader PKK, Ketua RT/RW, serta masyarakat melaksanakan kegiatan kerja bakti sebagai upaya menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman bagi masyarakat.
Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk meningkatkan kepedulian bersama terhadap kebersihan lingkungan sekaligus memperkuat semangat gotong royong di tengah masyarakat. Pemerintah dan warga bahu-membahu melakukan berbagai kegiatan kebersihan di lingkungan sekitar.
Camat Solear Rizkia Nurul Fajar mengatakan, kerja bakti merupakan salah satu bentuk nyata kebersamaan antara pemerintah wilayah dengan masyarakat dalam menjaga lingkungan.
“Kerja bakti ini bukan hanya kegiatan membersihkan lingkungan, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian kita bersama terhadap lingkungan tempat tinggal. Kebersihan merupakan tanggung jawab kita semua,” ujar Rizkia kepada Bantenekspres.co.id, Minggu 30 Agustus 2026.
Menurutnya, lingkungan yang bersih akan memberikan rasa nyaman kepada masyarakat. Karena itu, kebiasaan menjaga kebersihan perlu dilakukan secara bersama-sama dan tidak hanya mengandalkan pemerintah.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga kebersihan lingkungan. Jangan sampai setelah dilakukan kerja bakti, lingkungan kembali kotor karena kesadaran untuk menjaga kebersihan belum tumbuh secara bersama,” katanya.
Rizkia menambahkan, kegiatan kerja bakti juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antara pemerintah dengan masyarakat. Dengan bertemu dan bekerja bersama, komunikasi serta hubungan antara warga dan pemerintah dapat semakin baik.
“Di dalam kegiatan seperti ini kita bisa saling bertemu, berkomunikasi dan berdiskusi. Ini menjadi wadah silaturahmi yang sangat baik antara pemerintah, perangkat desa, RT/RW, kader PKK dan masyarakat,” ungkapnya.
Ia menilai, keterlibatan berbagai unsur dalam kerja bakti menunjukkan bahwa semangat gotong royong masih terus hidup di tengah masyarakat Kecamatan Solear.
“Ketika pemerintah dan masyarakat bergerak bersama, tentu pekerjaan akan terasa lebih ringan. Yang lebih penting adalah tumbuhnya rasa memiliki terhadap lingkungan. Masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga ikut menjaga dan merawat lingkungan,” jelasnya.
Rizkia juga mengapresiasi Pemerintah Desa Cikuya beserta seluruh perangkat desa, kader PKK, Ketua RT/RW, dan masyarakat yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang sudah meluangkan waktu dan tenaga untuk mengikuti kerja bakti ini. Kolaborasi seperti ini harus terus dipertahankan dan ditingkatkan,” tuturnya.
Ia berharap, kegiatan gotong royong dapat menjadi agenda yang terus dilakukan secara berkelanjutan di lingkungan masyarakat. Menurutnya, menjaga kebersihan tidak cukup dilakukan melalui kegiatan kerja bakti sesekali, tetapi harus menjadi kebiasaan sehari-hari.
“Harapan kami, semangat gotong royong ini tidak berhenti pada kegiatan hari ini. Mari kita jadikan kebersihan sebagai budaya dan kebiasaan bersama, mulai dari lingkungan rumah, jalan, fasilitas umum hingga lingkungan desa,” tegasnya.
Lebih lanjut, Rizkia menjelaskan sinergi antara pemerintah dan masyarakat menjadi salah satu kekuatan penting dalam menciptakan wilayah yang nyaman dan memiliki kualitas lingkungan yang baik.
“Pemerintah tentu tidak bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan dukungan dan partisipasi masyarakat. Dengan adanya sinergi yang kuat, berbagai persoalan lingkungan dapat kita hadapi bersama,” katanya.
Ia menuturkan, kegiatan kerja bakti tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat lainnya untuk terus menjaga lingkungan secara bersama-sama. Selain menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, gotong royong juga menjadi wadah mempererat silaturahmi serta memperkuat sinergi antara warga dan pemerintah wilayah.
“Sekali lagi kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat dan semua pihak yang telah berpartisipasi. Semoga kebersamaan dan semangat gotong royong ini terus terjaga sehingga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan menjadi inspirasi bagi lingkungan lainnya,” pungkasnya.(*)











