Kecamatan Cikupa Imbau Warga Jauhi Judi Online, Picu Keretakan Rumah Tangga

IMBAUAN : Kecamatan Cikupa mengimbau kepada seluruh warga Cikupa untuk jauhi judi online (Judol) karena merusak rumah tangga. Randy/Bantenrkspres.co.id

CIKUPA,BANTENEKSPRES.CO.ID — Kecamatan Cikupa mengimbau masyarakat untuk tidak terjerumus dalam aktivitas judi online (judol) yang dinilai dapat memberikan dampak serius terhadap kehidupan, khususnya keharmonisan dan perekonomian rumah tangga.

Camat Cikupa Supriyadi mengatakan, judi online bukan hanya persoalan kehilangan uang, tetapi juga dapat memicu berbagai persoalan sosial dalam keluarga. Salah satunya adalah keretakan rumah tangga hingga perceraian ketika salah satu pasangan mengalami kecanduan judi online.

Bacaan Lainnya

“Judi online ini sangat berbahaya karena dampaknya bisa masuk ke dalam kehidupan rumah tangga. Ketika seseorang sudah kecanduan, uang yang seharusnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga justru dipakai untuk bermain judi,” ujar Supriyadi kepada Bantenekspres.co.id, Senin 24 Agustus 2026.

Menurutnya, kondisi tersebut dapat mengganggu perekonomian keluarga. Kebutuhan pokok, pendidikan anak, pembayaran tagihan, hingga kebutuhan sehari-hari bisa terabaikan karena sebagian penghasilan digunakan untuk aktivitas judi online.

“Awalnya mungkin dianggap hanya hiburan atau mencoba-coba. Tetapi kalau sudah kecanduan, ini bisa menjadi masalah besar. Penghasilan yang seharusnya untuk kebutuhan rumah tangga malah habis untuk judol,” katanya.

Supriyadi menambahkan, persoalan ekonomi yang ditimbulkan akibat judi online dapat berkembang menjadi konflik antara suami dan istri. Apabila tidak segera dihentikan, kondisi tersebut berpotensi menyebabkan hubungan keluarga semakin tidak harmonis.

“Ketika kebutuhan keluarga tidak terpenuhi, tentu akan muncul persoalan. Komunikasi antara pasangan terganggu, kepercayaan bisa hilang, dan akhirnya rumah tangga menjadi tidak harmonis,” jelasnya.

Ia juga menyoroti data Pengadilan Agama Kabupaten Tangerang yang mencatat terdapat 277 perkara perceraian di Kecamatan Cikupa, dengan judi online disebut menjadi salah satu faktor yang perlu mendapat perhatian serius.

“Data perkara perceraian ini harus menjadi perhatian kita bersama. Jangan sampai judi online menjadi salah satu penyebab rumah tangga masyarakat Cikupa mengalami kehancuran,” tegas Supriyadi.

Menurut Supriyadi, pencegahan judi online harus dilakukan sejak dini dengan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai dampak yang ditimbulkan. Keluarga juga memiliki peran penting dalam saling mengingatkan agar tidak ada anggota keluarga yang terjerumus dalam aktivitas tersebut.

“Kami mengajak masyarakat untuk saling mengingatkan. Kalau ada keluarga atau lingkungan sekitar yang mulai terpengaruh judol, jangan dibiarkan. Berikan pemahaman bahwa dampaknya bukan hanya kepada dirinya sendiri, tetapi juga kepada keluarga,” paparanya.

Ia mengajak, masyarakat Cikupa mengisi waktu dengan berbagai kegiatan yang positif dan produktif. Menurutnya, masih banyak aktivitas yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga sekaligus memberikan manfaat bagi lingkungan.

“Lebih baik waktu dan penghasilan digunakan untuk sesuatu yang positif. Bisa bekerja, mengembangkan usaha, mengikuti kegiatan kemasyarakatan, berolahraga, atau melakukan kegiatan lain yang memberikan manfaat,” tuturnya.

Supriyadi berharap, masyarakat tidak mudah tergiur dengan berbagai promosi judi online yang menawarkan keuntungan cepat. Menurutnya, iming-iming tersebut justru dapat membuat seseorang kehilangan kendali dan mengalami kerugian yang lebih besar.

“Jangan mudah percaya dengan iming-iming mendapatkan uang dengan cepat melalui judi online. Tidak ada keuntungan yang sebanding dengan dampak yang ditimbulkannya,” ungkapnya.

Ia menegaskan, Kecamatan Cikupa akan terus mengajak masyarakat untuk menjaga ketahanan keluarga dan menciptakan lingkungan sosial yang sehat.

“Yang paling penting adalah bagaimana kita menjaga keluarga. Jangan sampai karena judol, kebutuhan anak tidak terpenuhi, hubungan suami istri rusak, dan akhirnya keluarga menjadi korban.Kami meminta seluruh masyarakat Cikupa, jauhi judi online. Mari kita bangun keluarga yang harmonis, ekonomi yang sehat, dan lingkungan yang positif. Jangan sampai kita terjerumus hanya karena ingin mendapatkan keuntungan secara instan,” pungkasnya. (*)

 

 

Pos terkait