CIPONDOH, BANTENEKSPRES.CO.ID – Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Kesehatan Kota Tangerang terus memperluas pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi anak sekolah sebagai upaya mendeteksi sejak dini berbagai persoalan kesehatan yang dapat mengganggu tumbuh kembang dan proses belajar siswa.
Wali Kota Tangerang Sachrudin mengatakan, CKG dan imunisasi bagi anak sekolah menjadi langkah penting untuk mengetahui kondisi kesehatan siswa secara menyeluruh. Hal itu disampaikannya saat meninjau pelaksanaan CKG di SDN 1, SDN 2 dan SDN 8 Cipondoh, Kota Tangerang, Senin (24/8).
“Tadi ada yang cek kesehatan gratis termasuk imunisasi. Ini untuk deteksi dini masalah kesehatan anak-anak. Kemudian bagaimana dapat mengidentifikasi tentang faktor penyakit anak-anak. Biar jelas, biar ketahuan,” ujar Sachrudin.
Menurut dia, anak yang terdeteksi memiliki masalah kesehatan harus segera mendapatkan penanganan agar kondisinya tidak semakin parah. Sementara anak yang sehat perlu terus didorong agar dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.
“Yang ada indikasinya, segera kita obati sehingga tidak menjalar penyakitnya. Dia tetap sehat sehingga proses belajar mengajar anak-anak kita tidak terganggu,” katanya.
Ia menegaskan, kesehatan anak merupakan bagian penting dalam menyiapkan generasi penerus bangsa. Sebab, anak-anak yang saat ini duduk di bangku sekolah merupakan calon pemimpin di masa mendatang.
“Pemimpin masa depan adalah anak-anak sekarang. Pemimpin yang sekarang, anak-anak masa lalu,” ucapnya.
Ia juga mengungkapkan memiliki kenangan saat meninjau sekolah tersebut karena pernah menempuh pendidikan sekolah dasar di lokasi yang sama.
“Saya dulu SD-nya di sini, kelas 1 sampai kelas 6. Makanya kebayang saya begitu masuk ke ruangan ini, napak tilas,” tutur Sachrudin.
Ia berharap dari sekolah tersebut akan lahir generasi yang mampu mengisi berbagai posisi penting di masa depan. Menurutnya, peluang anak-anak untuk menjadi pemimpin, bahkan presiden, terbuka selama terus mendapatkan pendidikan dan dukungan yang baik.
“Tidak menutup kemungkinan ada yang jadi presiden. Tidak ada yang enggak mungkin kalau Allah sudah berkehendak,” katanya.
Ia menambahkan, upaya menjaga kesehatan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Peran keluarga dan masyarakat juga diperlukan agar pembangunan sumber daya manusia dapat berjalan secara berkelanjutan.
“Semuanya harus sehat. Anak-anak sehat, orang tuanya harus sehat, semuanya harus sehat,” ucapnya.
Karena itu, Sachrudin mengajak masyarakat untuk mendukung program kesehatan pemerintah. Ia menilai kolaborasi antara pemerintah, masyarakat dan media diperlukan agar berbagai program pembangunan dapat berjalan optimal.
“Pemerintah enggak bisa sendiri, tanpa ada dukungan peran serta partisipasi masyarakat tidak bisa berjalan. Oleh karenanya saya berharap kepada semua lapisan masyarakat sebagai stakeholder kita, semangatnya kolaborasi. Ini bagian dari pentahelix, termasuk media,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang dr. Dini Anggraeni mengatakan, pelaksanaan CKG anak sekolah menyasar 343.310 siswa. Selain itu, terdapat sekitar 46.000 anak yang menjadi sasaran program imunisasi.
Hingga Agustus 2026, capaian CKG telah mencapai 199.486 anak atau lebih dari separuh sasaran yang ditetapkan.
“Target harapannya ya 100 persen. Dan dalam bulan Agustus ini capaian kita sudah 199.486, jadi sudah kurang lebih lebih dari 50 persennya,” kata Dini.
Ia menjelaskan, pelaksanaan CKG tidak hanya berupa pemeriksaan umum. Siswa juga mendapatkan screening kesehatan, pemeriksaan gigi, telinga, mata, serta pemeriksaan lainnya untuk mengetahui kondisi kesehatan secara lebih menyeluruh.
Dikatakannya, dari hasil pemeriksaan, Dinkes dapat memetakan persoalan kesehatan yang banyak ditemukan pada anak sekolah. Data tersebut selanjutnya menjadi dasar untuk menentukan intervensi melalui wilayah kerja puskesmas.
“Dengan harapan dari screening itu kita bisa deteksi secara dini kesehatan anak-anak di sekolah dan menindaklanjutinya nanti per wilayah kerja Puskesmas,” jelasnya.
Ia menyebut, salah satu persoalan yang ditemukan dari pemeriksaan adalah karies gigi dan gangguan penglihatan. Anak yang mengalami karies akan mendapatkan edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan gigi, sedangkan siswa dengan gangguan penglihatan dapat ditindaklanjuti dengan pemberian bantuan sesuai kebutuhannya, termasuk kacamata.
“Anak-anak yang dengan mata visus yang kurang, berarti dibantu dengan kacamata dan lain-lain sebagainya,” katanya.
Untuk pelaksanaan CKG di SDN 1 Cipondoh, Dini menyebut terdapat 559 siswa yang menjadi sasaran pemeriksaan kesehatan. Sementara sasaran imunisasi mencapai 176 siswa.
Program imunisasi tersebut mencakup sejumlah jenis imunisasi, di antaranya tetanus difteri, MR, HPV dan imunisasi lainnya sesuai sasaran program.
Menurut Dini, pemeriksaan kesehatan dan imunisasi merupakan bagian dari upaya pencegahan. Dengan mengetahui kondisi kesehatan anak sejak dini, pemerintah dapat segera melakukan intervensi sebelum persoalan kesehatan berkembang lebih jauh.
“Bagaimana kita tahu mau mencegah atau intervensi kalau kesehatan mereka kita enggak tahu. Makanya ini salah satu upaya pencegahan, yaitu dengan cek kesehatan gratis dan imunisasi,” paparnya. (*)











