SERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Rekrutmen jajaran direksi untuk mengisi kekosongan dimulai, yang proses rekrutmennya akan berjalan selama sembilan hari kerja, untuk tiga posisi direksi yang dibutuhkan.
Dalam persyaratannya, tidak ada kriteria khusus untuk siapapun yang ingin mendaftar jadi direksi PT SBM, namun terdapat larangannya yakni jangan merekrut anggota aktif partai politik.
Kepala Bagian Ekonomi Pemkab Serang Raden Faisal Rahmansyah mengatakan, PT SBM belum lama ini sudah melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB), yang telah ditetapkan komisaris yaitu Mantan Calon Bupati Serang tahun 2019 Nasrul Ulum, dan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Serang Zaldi Dhuhana.
Sehingga agenda selanjutnya yaitu membuka rekrutmen direksi untuk mengisi kekosongan tiga posisi yang dibutuhkan, ditargetkan dimulai awal Agustus sampai sembilan hari kerja.
“Akan ada rapat pembentukan pansel pemilihan direksi, begitu ada jadwal rapat untuk pansel baru kita umumkan untuk rekrutmen direksi. Targetnya dari awal Agustus, sampai sembilan hari kerja kedepan sudah selesai terpilih jajaran direksi PT SBM,” katanya saat diwawancarai wartawan di ruang kerjanya beberapa hari lalu, Minggu 2 Agustus 2026.
Faisal mengatakan, tidak ada kriteria khusus pada persyaratan rekrutmen direksi, semuanya mengacu pada aturan perda 54 tentang BUMD, diantaranya maksimal umur 50 tahun, pendidikan minimal S1, serta jangan merekrut anggota aktif partai politik.
“Tidak ada ketentuan khusus kaya sertifikasi, dan kalaupun mau merekrut dari partai politik harus menunjukkan surat pengunduran diri dari partai politik, kalau tidak bisa kita akan larang,” ujarnya.
Dikatakan Faisal, calon direksi yang daftar nanti diharapkan punya visi dan kapabilitas membentuk perusahaan, khususnya pada core bisnis untuk satu sektor harus difokuskan.
Karena rencananya core bisnis yang dijalankan PT SBM yaitu usaha kepelabuhanan, dan tentu jajaran direksi harus bisa berfikir profit, karena jajaran direksi yang dibutuhkan yaitu direktur utama, direktur keuangan, direktur teknik operasional.
“Alasan dibagi tiga karena pertimbangannya, agar tak ada tumpang tindih atau kepentingan, jadi profesional, yang pegang uang sama yang proyek beda begitu logikanya. Untuk saat ini, pegawai yang terdata di SBM hanya ada tiga orang tersisa, namun dengan formatur komisaris baru, akan dibentuk lagi pegawainya sesuai kebutuhan,” ucapnya.
Faisal mengaku, belum mengetahui kebutuhan pegawainya berapa sebab belum dilakukan pembahasan, sedangkan untuk kantor PT SBM sementara opsinya di lokasi tempat tinggal komisaris di Kecamatan Bojonegara, itu alternatif pertama.
“Belum ada pembahasan secara detail untuk kantor, tapi sementara ini sebagai alternatif awal di tempat tinggal komisaris di Bojonegara, nanti kita akan cari tempat yang tidak usah nyewa lagi,” tuturnya.
Faisal mengatakan, PT SBM hanya akan menguatkan satu sektor core bisnis yaitu kepelabuhanan, berdasarkan hasil paparan komisaris, karena dinilai lebih potensial dalam mencari profit.
“Bukan aneka usaha lagi, karena belajar dari sebelumnya itu tidak berhasil, makanya sekarang fokus satu core bisnis saja, semoga bisa menjadi target dividen ke pemda lebih besar,” katanya. (*)











