Potensi Lokal Jadi Penggerak Ekonomi, Kecamatan Panongan Gencarkan Pengembangan Wilayah Berbasis Masyarakat

PANONGAN, BANTENEKSPRES.CO.ID – Kecamatan Panongan terus berupaya mengembangkan potensi wilayah dengan menggandeng pemerintah desa dan kelurahan sebagai mitra strategis dalam menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru yang berbasis masyarakat. Langkah tersebut dilakukan melalui identifikasi potensi di setiap wilayah agar mampu menjadi kekuatan ekonomi lokal sekaligus membuka peluang usaha bagi warga.

Salah satu contoh keberhasilan pengembangan potensi tersebut berada di Desa Ciakar. Desa ini berhasil menghadirkan sebuah destinasi berbasis masyarakat berupa pasar kuliner bertema jajanan tempo dulu yang kini mulai menarik perhatian masyarakat untuk datang dan menikmati beragam makanan tradisional.

Bacaan Lainnya

Pasar tersebut tidak hanya menjadi tempat wisata kuliner, tetapi juga menjadi wadah bagi masyarakat yang memiliki keterampilan di bidang kuliner untuk memasarkan hasil olahannya. Kehadiran pasar itu diharapkan mampu meningkatkan pendapatan pelaku UMKM sekaligus memperkenalkan kekayaan kuliner tradisional kepada generasi muda.

Sekretaris Kecamatan Panongan Rizky Rizani Fachzi mengatakan, pengembangan wilayah menjadi salah satu fokus Pemerintah Kecamatan Panongan dalam mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, setiap desa memiliki karakteristik dan potensi yang berbeda sehingga perlu digali dan dikembangkan secara maksimal.

“Setiap desa di Kecamatan Panongan memiliki peluang untuk berkembang. Tugas kami adalah memetakan potensi tersebut bersama pemerintah desa agar dapat diolah menjadi kekuatan ekonomi masyarakat. Kami tidak ingin potensi yang ada hanya menjadi cerita, tetapi benar-benar mampu memberikan manfaat bagi warga,” ujar Rizky kepada Bantenekspres.co.id, Rabu 29 juli 2026.

Ia menjelaskan, Kecamatan Panongan secara aktif melakukan identifikasi wilayah untuk menemukan potensi yang dapat dikembangkan, baik di sektor UMKM, pertanian, peternakan, wisata, maupun sektor ekonomi kreatif lainnya.

“Kami terus turun ke lapangan untuk melihat langsung potensi yang dimiliki setiap desa. Dari hasil identifikasi itu kemudian kami diskusikan bersama pemerintah desa bagaimana konsep pengembangannya. Bisa melalui UMKM, pertanian, peternakan, wisata edukasi, atau potensi lain yang sesuai dengan karakter wilayah masing-masing,” katanya.

Menurut Rizky, pengembangan potensi daerah tidak bisa dilakukan hanya oleh pemerintah. Dibutuhkan keterlibatan masyarakat agar program yang dijalankan benar-benar memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan.

“Prinsipnya, masyarakat harus menjadi pelaku utama. Pemerintah hanya memfasilitasi, memberikan ruang, melakukan pendampingan, serta membantu menghubungkan potensi yang ada dengan peluang pasar. Ketika masyarakat bergerak, maka manfaat ekonominya juga akan kembali kepada masyarakat itu sendiri,” jelasnya.

Ia menilai keberadaan pasar jajanan tempo dulu di Desa Ciakar menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi antara pemerintah desa dan masyarakat mampu menciptakan ruang ekonomi baru.

“Di Desa Ciakar masyarakat memiliki kemampuan mengolah berbagai makanan tradisional. Potensi itu kemudian dihimpun dalam satu wadah sehingga lahirlah pasar jajanan tempo dulu. Selain menjadi tempat berjualan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana melestarikan kuliner tradisional sekaligus menarik masyarakat dari luar desa untuk datang,” ungkap Rizky.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Kecamatan Panongan tidak akan berhenti hanya pada satu lokasi pengembangan. Saat ini pihaknya terus melakukan pemetaan terhadap desa-desa lain yang memiliki potensi serupa.

“Kami ingin setiap desa memiliki ciri khas. Tidak harus sama dengan Desa Ciakar. Ada desa yang mungkin unggul di bidang pertanian, peternakan, kerajinan, maupun sektor lainnya. Semua potensi itu akan terus kami gali agar menjadi identitas sekaligus sumber penghasilan masyarakat,” ungkapnya.

Rizky berharap, semakin banyak masyarakat yang terlibat dalam pengembangan potensi desa sehingga mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru dan meningkatkan perekonomian lokal.

“Harapan kami, masyarakat semakin percaya diri untuk mengembangkan kemampuannya. Ketika potensi lokal terus tumbuh, maka ekonomi desa juga akan bergerak. Inilah yang ingin terus kami dorong, yakni pembangunan yang berawal dari potensi wilayah dan hasilnya kembali dinikmati oleh masyarakat,” tutupnya. (*)

Reporter: Randy Yastiawan

Pos terkait