SERANG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Pembangunan infrastruktur dan konektivitas wilayah masih menjadi prioritas utama dalam skala program kerja Pemprov Banten di bawah kepemimpinan Gubernur Andra Soni. Sinergi antara eksekutif dan legislatif terus diperkuat guna memastikan pemerataan pembangunan, khususnya di wilayah-wilayah yang membutuhkan intervensi mendalam.
Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) sekaligus Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Banten, Ishak Sidik, berdasarkan serapan aspirasi masyarakat selama masa reses, persoalan jalan rusak dan aksesibilitas masih menjadi keluhan yang paling mendominasi.
Maka dari itu, kehadiran program jalan desa sejahtera atau disebut Bang Andra menjadi harapan masyarakat guna mendukung aksesibilitas dan menunjang ekonomi di desa-desa.
“Selama ini jalan desa dibangun oleh desa, kini sejumlah jalan mendapat intervensi dari Pemprov Banten, dan tentunya ini kabar baik bagi masyarakat,” katanya dalam Podcast Ngorek bersama Tangerang Ekspres di kantornya, KP3B, Kota Serang, Rabu 1 Juli 2026.
Menurutnya, konektivitas antar-desa ini memegang peranan krusial sebagai urat nadi perekonomian masyarakat.
“Jalan desa ini menyambungkan pusat-pusat komoditas. Kalau jalannya bagus, distribusi hasil pertanian dan sumber daya alam menjadi lancar. Ini adalah langkah konkret dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi di desa dan menekan biaya transportasi logistik,” tuturnya.
Ishak mengatakan, di tengah adanya penurunan pendapatan daerah yang berdampak pada pengetatan dan efisiensi anggaran di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Maka saat ini dewan harus lebih selektif dalam menyusun program prioritas.
Sebagai anggota Komisi IV yang membidangi infrastruktur, Isak memastikan fungsi pengawasan tetap berjalan ketat melalui rapat koordinasi (rakor) berkala setiap triwulan bersama dinas terkait.
“Kami rutin melakukan evaluasi triwulan dan audiensi untuk mencocokkan data progres di lapangan dengan kualitas pengerjaannya. Di tengah keterbatasan anggaran, kami mengawasi agar proyek yang didahulukan adalah jalur yang memiliki produktivitas,” ungkapnya.
Ia mengaku, pembangunan Bang Andra diarahkan ke wilayah Banten Selatan, yakni Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lebak, yang kondisi infrastrukturnya dinilai paling membutuhkan intervensi kuat dari provinsi.
“Rata-rata jalan yang diintervensi melalui program ini merupakan usulan dari bawah, yang diajukan oleh kabupaten/kota dan ditandatangani oleh kepala daerahnya. Kami di dewan mendorong penuh agar skala prioritas diberikan kepada jalan-jalan desa yang kondisinya paling parah dan urgensinya tinggi,” paparnya. (*)











