KELAPADUA,BANTENEKSPRES.CO.ID – Wujud kepedulian terhadap masyarakat terus ditunjukkan Pemerintah Kecamatan Kelapa Dua melalui pelayanan administrasi kependudukan secara jemput bola. Tim pelayanan Kecamatan Kelapa Dua mendatangi kediaman Ibu Yusniati (66), warga Jalan Bidar III, Kelurahan Kelapa Dua, untuk melakukan perekaman Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik.
Pelayanan tersebut dilakukan karena Ibu Yusniati tidak memungkinkan datang ke kantor pelayanan setelah mengalami kecelakaan yang menyebabkan kedua kakinya lumpuh. Kondisi itu membuatnya tidak dapat beraktivitas di luar rumah, termasuk mengurus dokumen administrasi kependudukan.
Program jemput bola ini menjadi salah satu bentuk komitmen Pemerintah Kecamatan Kelapa Dua dalam memastikan seluruh masyarakat, termasuk warga dengan keterbatasan fisik, tetap memperoleh hak pelayanan administrasi kependudukan secara mudah, cepat, dan tanpa diskriminasi.
Camat Kelapa Dua Dadang Sudrajat mengatakan, pelayanan kepada masyarakat harus menjangkau seluruh lapisan warga tanpa terkecuali. Menurutnya, pemerintah hadir untuk memberikan solusi bagi masyarakat yang mengalami kendala dalam mengakses pelayanan publik.
“Kami ingin memastikan tidak ada satu pun warga yang kehilangan haknya hanya karena kondisi fisik atau keterbatasan mobilitas. Oleh karena itu, melalui program jemput bola, petugas kami hadir langsung ke rumah warga untuk memberikan pelayanan administrasi kependudukan,” ujar Dadang kepada Bantenekspres.co.id, Senin 29 Juni 2026.
Ia menegaskan, pelayanan publik merupakan prioritas utama Pemerintah Kecamatan Kelapa Dua. Karena itu, seluruh aparatur diminta memberikan pelayanan yang humanis, cepat, dan profesional kepada setiap warga.
“Pelayanan kepada masyarakat tidak boleh memandang latar belakang, usia, maupun kondisi kesehatan. Semua warga memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pelayanan terbaik. Itu menjadi komitmen kami dalam menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat,” katanya.
Dadang menjelaskan, program jemput bola merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus mendukung visi dan misi Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam menghadirkan pelayanan yang mudah dijangkau masyarakat.
“Kami ingin masyarakat merasakan bahwa pemerintah benar-benar hadir di tengah mereka. Bukan hanya menunggu masyarakat datang ke kantor, tetapi kami yang mendatangi warga ketika mereka membutuhkan pelayanan,” ungkapnya.
Ia juga mengapresiasi jajaran petugas pelayanan yang terus menunjukkan dedikasi dalam memberikan layanan hingga ke rumah-rumah warga yang memiliki keterbatasan.
“Semangat kami adalah melayani. Ketika ada warga yang sakit, lanjut usia, penyandang disabilitas, atau tidak mampu datang ke kantor, maka pemerintah harus hadir memberikan kemudahan. Inilah esensi pelayanan publik yang sesungguhnya,” tutupnya. (*)










