SERANG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Gubernur Banten, Andra Soni, menyebut bahwa kehadiran gawai atau handphone di era saat ini bukan hanya dapat berdampak positif melainkan juga menjadi ancaman bagi ketahanan keluarga.
Andra mengatakan, gawai kini telah menjadi bagian yang sulit dipisahkan dari keseharian anak-anak, dan tentunya akan berdampak pada pengembangan karakter hingga ketahanan keluarga.
Menurutnya, tantangan nyata yang dihadapi keluarga saat ini begitu kompleks, sebab kini orang tua dihadapkan dengan derasnya arus informasi digital yang masuk lewat ponsel genggam.
“Hari ini, tantangan ekonomi makro, disrupsi teknologi digital yang radikal, pergeseran nilai-nilai sosial, hingga ancaman siber masuk secara langsung dan tanpa permisi ke ruang-ruang keluarga kita melalui gawai yang ada di genggaman anak-anak kita,” katanyasaat memimpin Upacara Hari Keluarga Nasional (Harganas) di Lapangan Setda Provinsi Banten, KP3B, Kota Serang, Senin 29 Juni 2026.
Ia menuturkan, Indonesia saat ini tengah memasuki bonus demografi. Sebuah peluang yang hanya terjadi satu kali dalam sejarah bangsa. Peluang tersebut, menurutnya harus dimanfaatkan melalui pembangunan kualitas manusia yang dimulai sejak dini dari dalam keluarga.
Maka dari itu, keluarga memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang mampu menghadapi berbagai tantangan di era yang penuh perubahan. Karena itu, penguatan kesehatan, pendidikan karakter, dan ketahanan mental anak harus menjadi perhatian bersama agar lahir generasi yang adaptif, produktif, dan memiliki daya saing.
“Jika ledakan penduduk usia produktif ini tidak memiliki kualitas, tidak memiliki daya saing, maka yang terjadi bukanlah pertumbuhan ekonomi melainkan ledakan angka pengangguran, meningkatnya angka kriminalitas, dan runtuhnya stabilitas sosial,” tuturnya.
“Peningkatan kualitas sumber daya manusia tidak dimulai dari bangku kuliah ataupun dunia kerja, tetapi sejak dalam rahim ibu dan melalui pengasuhan di lingkungan keluarga,” tambahnya.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Kependudukan dan Keluarga Berencana (DP3AKKB) Provinsi Banten, Iwan Ardiansyah Sentono mengatakan, bonus demografi merupakan peluang yang harus dikelola secara tepat agar menjadi kekuatan pembangunan. Keberhasilan memanfaatkan peluang itu bergantung pada kesiapan pemerintah, keluarga, dan masyarakat dalam membina generasi muda sejak sekarang hingga 2045.
“Bonus demografi harus menjadi modal pembangunan, bukan masalah pembangunan,” katanya.
Ia juga menyoroti keberadaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), menurutnya perkembangan dunia digital ini akan berdampak pada pengembangan karakter anak. Maka keluarga sangat penting dalam mengawasi aktivitas digital agar dapat dimanfaatkan secara positif.
“Teknologi memiliki dua sisi. Di sinilah peran orang tua sangat dibutuhkan untuk membimbing anak dalam memanfaatkan teknologi secara bijak,” ungkapnya. (*)











