TIGARAKSA, BANTENEKSPRES.CO.ID – Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah, meminta agar semua pihak mulai dari desa, kecamatan hingga Dinas Kesehatan lebih serius dalam menekan angka stunting.
Ia mengatakan, para camat harus berperan aktif menekan angka stunting, agar pelaksanaan rencana aksi ke depan bisa lebih efektif dan tepat sasaran. Bahkan, kata dia, jika memang diperlukan, segera lakukan perombakan strategi dan metode intervensi di lapangan.
“Saya minta kita semua lebih serius terhadap pelaksanaan dan evaluasi program rencana aksi TPPS ini. Kalau perlu perombakan strategi dan metode intervensi di lapangan, segera lakukan agar target penurunan angka stunting dapat dicapai secara riil, bukan sekadar seremonial,” ucapnya, Minggu 28 Juni 2026.
Politikus Golkar itu menyoroti hasil evaluasi yang menunjukan munculnya fenomena lost contact, dalam pelaksanaan program percepatan penurunan stunting. Fenomena ini, merupakan kondisi ketika orang tua tidak kembali menimbangkan anaknya ke Posyandu, setelah menghadiri acara besar seperti Gerebeg Posyandu ataupun acara seremonial lainnya.
Menghadapai fenomena tersebut, Intan menegaskan perlunya perombakan metode yang lebih efisien seperti jemput bola, agar pemenuhan gizi anak benar-benar terlaksana.
“Kita harus ubah strategi. Jangan hanya menyuruh mereka datang ke Puskesmas lalu membagikan makanan. Kalau perlu, lakukan metode jemput bola, disamperin ke rumahnya, dipantau langsung, dan didampingi saat makan agar gizinya benar-benar masuk,” katanya.
Pelaksanaan program rencana aksi percepatan penurunan Stunting tahun 2026 ini lanjut Intan, membutuhkan penguatan sinergi dan kolaborasi bersama dari semua pihak lintas sektor. Mulai dari Kader Dahsyat, Dapur Dahsyat Dharma Wanita dan PKK, petugas Puskesmas dan pendamping lainnya harus bersama-sama turun ke lapangan.
“Metode intervensi, pengawasan dan menu gizinya harus kita ubah agar lebih efisien dan berdampak nyata,” jelasnya.
Ia pun menginstruksikan Dinas Kesehatan dan Dinas Pengendalian Penduduk dan KB sebagai leading sektor, untuk terus mempererat dan memperkuat kolaborasi baik dari penganggaran maupun program kegiatan rencana aksi TPPS Kabupaten Tangerang.
“Kita akan mengagendakan rapat khusus bersama Bappeda untuk mengunci dukungan penganggaran program ini. Sebagai perpanjangan tangan dari Pak Bupati, saya menugaskan Kepala Dinas Kesehatan dan Dinas KB untuk berkolaborasi menyusun strategi yang jauh lebih efektif,” ujarnya
Ia berharap melalui rapat koordinasi tersebut, TPPS Kabupaten Tangerang berkomitmen untuk segera merumuskan rencana aksi baru yang lebih taktis, integratif, dan berbasis penanganan langsung di akar rumput demi mewujudkan Kabupaten Tangerang bebas stunting.
“Saya minta seluruh jajaran bisa mendampingi tim survei eksternal yang akan turun pada bulan Agustus nanti agar sampling data yang diambil di lapangan benar-benar akurat dan mencerminkan kondisi riil,” ucap ucapnya. (*)











