SEPATAN,BANTENEKSPRES.CO.ID – Kenaikan harga sejumlah komoditas bahan pokok (bapok) di pasaran kian mencekik para pelaku usaha kuliner kecil.
Salah satunya dirasakan oleh Jamroni, pengelola Warteg Nirmala Bahari yang berlokasi di Jalan Raya Mauk KM 12, Sepatan.
Pria asal Brebes yang sudah mengelola warteg tersebut selama dua tahun terakhir mengaku kelimpangan menghadapi lonjakan harga belanjaan yang terjadi sejak pertengahan Mei lalu.
Akibatnya, keuntungan atau profit usaha warung nasinya menurun drastis.
”Ya, pada naik semua. Beras, sayuran, bapok pada naik semua sejak bulan kemarin. Dampaknya, profit-nya menurun,” ujar Jamroni saat ditemui di warungnya, Senin, 22 Juni 2026.
Jamroni yang biasa berbelanja di Pasar Sepatan membeberkan sejumlah kenaikan harga komoditas utama yang melambung tinggi.
rincian kenaikan harga bahan pokok yang harus ditanggung oleh Jamroni diantaranya beras medium 50 kilogram dari Rp630 ribu jadi Rp690 ribu. Cabai rawit merah per kilogram dari Rp50 jadi Rp90 ribu. Bawang merah per kilogram dari Rp30 ribu jadi Rp50 ribu.
Kemudian, daging per kilogram dari Rp120 ribu jadi Rp160 ribu. Cabai keriting per kilogram dari Rp35 ribu jadi Rp45 ribu. Minyak goreng Sanco dari Rp18 ribu jadi Rp20 ribu. Kerta nasi (per pack isi 250) dari Rp26 ribu jadi Rp30 ribu.
Lonjakan paling signifikan terjadi pada sektor perbumbuan, khususnya cabai rawit merah dan bawang merah.
Meskipun biaya operasional dan belanja modal membengkak, Jamroni memilih mengambil langkah berisiko demi menjaga loyalitas pelanggannya. Ia menegaskan tidak menaikkan harga jual makanan di Warteg Nirmala Bahari.
Pilihan ini tentu membuat margin keuntungan bersihnya terpangkas demi memastikan warungnya tetap ramai pembeli di tengah situasi ekonomi yang sulit.
Di akhir perbincangan, pria asal Brebes ini menaruh harapan besar kepada pemerintah agar stabilitas harga pangan bisa segera kembali normal.
”Harapannya semoga harganya bisa normal lagi, jangan pada naik lagi lah. Biar masyarakat bisa pada senang,” pungkas Jamroni. (*)










