SINDANGJAYA,BANTENEKSPRES.CO.ID – Pemerintah Desa Sindang Panon, Kecamatan Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang, terus berkomitmen menekan angka pengangguran melalui program pemberdayaan pemuda.
Setelah sukses merampungkan pelatihan servis AC untuk 8 peserta bersama Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Tangerang, kini giliran pelatihan otomotif perbengkelan motor yang diikuti oleh 16 peserta mulai Rabu, 17 Juni 2026.
Kepala Desa Sindang Panon Didik Darmadi mengungkapkan harapannya agar para pemuda di wilayahnya memiliki keterampilan nyata yang bisa menjadi modal untuk bersaing di dunia kerja maupun membuka lapangan usaha baru.
“Harapan saya sebagai Kepala Desa, agar anak-anak muda di Sindang Panon ini mempunyai bekal ilmu untuk di kemudian hari. Mereka bisa fight (bertarung) dan punya pekerjaan dengan keterampilan yang dimiliki. Bagus-bagus bisa membuka usaha sendiri, sehingga bisa mengajak orang lain bekerja dan mengentaskan pengangguran,” ujar Didik saat diwawancarai.
Didik tidak menampik bahwa program pelatihan kerja sempat menghadapi tantangan. Ia mengevaluasi hasil pelatihan sablon yang digelar pada tahun 2024 lalu.
Menurutnya, output pelatihan tersebut kurang maksimal bukan karena faktor kemampuan peserta, melainkan karena kalah bersaing secara teknologi dengan pihak swasta.
“Secara keterampilan mereka punya. Tapi pralengkapannya kita kalah setar sama swasta yang sudah digital, kita masih manual (gesek). Dari segi kecepatan dan pasar kita kalah bersaing,” jelasnya.
Berbeda dengan sablon, Didik melihat potensi besar pada pelatihan servis AC yang kini sudah berjalan mandiri.
Para alumni pelatihan tersebut bahkan sudah mulai terkoordinir menerima orderan perawatan AC di area perumahan, seperti membersihkan AC hingga menambah freon dengan patokan tarif yang bersahabat di bawah harga pasar.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Kades Sindang Panon bahkan langsung beralih menggunakan jasa warganya sendiri untuk merawat AC di kediamannya.
Dari sanalah, Didik merasakan langsung dampak positif berupa kejujuran dari para teknisi muda binaan desa tersebut.
“Saya pakai jasa mereka. Menariknya, mereka jujur. Mereka bilang ke saya kalau freon itu sebenarnya tidak habis dan hanya berputar, jadi tidak perlu dikit-dikit ganti. Kadang kendalanya cuma di pengaturan remote saja. Kalau sama teknisi lain luar daerah dulu, kita sering dibohongi,” kenang Didik sambil tersenyum.
Menutup perbincangannya, Didik Darmadi berpesan kepada seluruh peserta, baik alumni pelatihan AC maupun peserta baru pelatihan otomotif, agar selalu menanamkan sifat jujur dalam melayani pelanggan.
Bagi Didik, keterampilan teknis yang mumpuni tidak akan bertahan lama tanpa adanya integritas moral yang baik.
Kejujuran adalah modal usaha paling penting untuk mendapatkan kepercayaan masyarakat, sekaligus meraih rida dan keberkahan dari Allah Subhanahu Wa Taala. (*)
Reporter: Zakky Adnan











