Warga Kemiri Tangerang Ngamuk, Bakar Gubuk yang Diduga Jadi Lapak Transaksi Narkoba

Warga Kampung Rancalabuh, Kemiri, Tangerang membakar gubuk yang diduga jadi tempat transaksi narkoba. Terduga pelaku kabur seberangi kali. Foto: Tangkapan layar video kiriman warga

KEMIRI,BANTENEKSPRES.CO.ID – Geram dengan aktivitas peredaran narkotika di lingkungan mereka, warga Kampung Rancalabuh, RT 16, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang, membakar sebuah gubuk yang diduga kuat menjadi tempat transaksi barang haram tersebut, Selasa malam, 2 Juni 2026.

Aksi pembakaran ini dilakukan spontan oleh massa yang merasa resah. Menurut keterangan salah satu tokoh masyarakat setempat, lokasi yang berada di pinggir kali tersebut diduga dijadikan tempat berkumpulnya para pelaku untuk mengedarkan narkoba.

Bacaan Lainnya

“Diduga terjadi penjualan narkoba bertempat di alamat Kampung Rancalabuh RT 16, di pinggir kali. Lokasinya dibakar sama warga,” ujar perwakilan warga di lokasi kejadian.

Sayangnya, dalam penggerebekan yang dilakukan oleh warga tersebut, terduga pengedar narkoba berhasil meloloskan diri. Pelaku memanfaatkan kondisi medan yang gelap gulita untuk menyeberangi sungai dan menghindari kepungan massa.

“Kebetulan tadi (pelaku) enggak keburu ketangkap, keburu lari orangnya nyebrang kali. Karena kondisi gelap dan persediaan lampu kagak ada, jadi si pengedar narkoba kagak bisa dikejar. Kabur orangnya,” lanjutnya.

Pantauan di lokasi menunjukkan sebuah bangunan semi permanen ludes dilalap si jago merah. Puluhan warga tampak berkumpul di sekitar lokasi kejadian untuk memastikan tidak ada aktivitas mencurigakan lagi di area tersebut.

Merespons kejadian ini, warga Kecamatan Kemiri mendesak aparat kepolisian dan pihak terkait untuk segera turun tangan melakukan penyelidikan mendalam dan memberantas jaringan narkoba di wilayah mereka hingga ke akarnya. Warga berharap ada tindakan nyata agar generasi muda di desa mereka tidak terjerumus ke dalam lingkaran hitam narkotika.

“Harapan kami atas nama masyarakat, bahwa tolong kepada aparat, ini harus ditegakkan, harus diberantas. Demi warga kita, jangan sampai tertipu daya hal-hal yang barang haram begini,” tegas tokoh masyarakat tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, situasi di lokasi sudah mulai kondusif, namun warga tetap bersiaga mengantisipasi adanya pergerakan mencurigakan kembali di area pinggir kali tersebut. (*)

Reporter: Zakky Adnan

 

Pos terkait