AMH Capai 99,95 Persen, DPRD Ingatkan Jangan Glorifikasi Berlebihan

Anggota Komisi V DPRD Banten, Yeremia Mendrofa saat diwawancarai di gedung DPRD Banten, belum lama ini. Foto Syirojul Umam

SERANG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Anggota Komisi V DPRD Provinsi Banten, Yeremia Mendrofa, menyebut bahwa Angka Melek Huruf (AMH) di Provinsi Banten yang kini telah menyentuh angka 99,95 persen. Menurutnya, torehan ini menjadi bukti nyata bahwa akses dasar pendidikan serta program pemberantasan buta aksara di Tanah Jawara telah berjalan dengan baik selama bertahun-tahun.

Meski begitu, ia mengingatkan Pemprov Banten tidak terlena menjadikan capaian statistik ini sebagai bahan glorifikasi yang berlebihan.

Bacaan Lainnya

“Namun, capaian tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk berpuas diri, apalagi dijadikan bahan glorifikasi berlebihan,” katanya, Selasa 2 Juni 2026.

Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tersebut menegaskan bahwa dengan AMH yang sudah hampir sempurna, tantangan dunia pendidikan di Banten kini telah bergeser. Fokus kebijakan ke depan tidak bisa lagi hanya berkutat pada kemampuan dasar membaca dan menulis, melainkan harus menyasar pada subtansi mutu pendidikan yang lebih mendalam.

“Tantangan pendidikan Banten saat ini bukan lagi sekadar kemampuan membaca dan menulis, melainkan kualitas literasi masyarakat, kemampuan numerasi, penguasaan teknologi digital, serta daya saing lulusan di dunia kerja,” ungkapnya.

Menurutnya, data yang sama juga menunjukkan masih rendahnya penggunaan laptop atau komputer oleh pelajar, yang baru sekitar 20 persen.

“Karena itu, fokus kebijakan ke depan harus bergeser dari perayaan capaian statistik menuju peningkatan mutu pendidikan yang lebih substantif,” jelasnya.

Lebih lanjut, Komisi V DPRD Banten mendorong Pemprov Banten untuk membuktikan bahwa tingginya angka melek huruf ini berbanding lurus dengan peningkatan kualitas SDM. Ia berharap indikator statistik yang apik ini tidak berbanding terbalik dengan realitas di lapangan.

“Jangan sampai kita memiliki angka statistik yang membanggakan, tetapi masih menghadapi persoalan putus sekolah, kesenjangan akses pendidikan, rendahnya literasi digital, dan tingginya angka pengangguran lulusan sekolah,” tegasnya.

Meski begitu, ia mengajak seluruh pemangku kebijakan untuk menjadikan momentum AMH 99,95 persen ini sebagai titik balik transformasi pendidikan Banten, di mana ukuran keberhasilan tidak lagi dihitung dari angka kuantitas semata.

“Ukuran keberhasilan pendidikan ke depan harus lebih menitikberatkan pada kemampuan peserta didik dalam berpikir kritis, berinovasi, dan beradaptasi dengan perkembangan zaman,” paparnya.

Sebelumnya, Pemprov Banten merilis AMH generasi muda di Provinsi Banten mencapai 99,95 persen yang dihitung berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2025.

Capaian tersebut menunjukkan hampir seluruh generasi muda Banten telah memiliki kemampuan dasar membaca dan menulis yang menjadi fondasi penting dalam pembangunan sumber daya manusia.

Tingginya angka melek huruf tersebut berjalan seiring dengan meningkatnya akses masyarakat terhadap pendidikan. Data Susenas 2025 mencatat Angka Partisipasi Sekolah (APS) pada jenjang dasar di Provinsi Banten mencapai 99,52 persen. Angka ini menunjukkan bahwa hampir seluruh anak usia sekolah dasar telah memperoleh akses pendidikan formal. (*)

Reporter: Syirojul Umam

Pos terkait