TIGARAKSA, BANTENEKSPRES.CO.ID – Penjualan hewan kurban di sejumlah lapak di Kabupaten Tangerang mengalami penurunan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Kondisi itu dirasakan langsung oleh para pedagang, salah satunya Andi, penjual kambing kurban yang mengaku pembeli tahun ini jauh lebih sepi.
Andi mengatakan, dirinya rutin berjualan hewan kurban setiap musim Iduladha dengan mendatangkan kambing dari wilayah Cianjur dan Garut, Jawa Barat. Sebelum dijual, hewan-hewan tersebut juga telah menjalani pemeriksaan kesehatan dari dinas terkait.
Meski kualitas hewan dinilai baik dan stok cukup banyak, kata Andi, penjualan tahun ini belum menunjukkan peningkatan signifikan. Hingga dua hari menjelang Iduladha, kambing yang terjual baru belasan ekor, jauh dibanding tahun sebelumnya yang mampu menembus angka 40 hingga 50 ekor.
“Sekarang agak sepi. Tahun lalu bisa di atas 40 bahkan 50 ekor. Kalau sekarang baru belasan saja,” katanya, Senin 25 Mei 2026.
Andi mengaku sebenarnya sudah menyiapkan stok cukup banyak. Bahkan pada awal masa penjualan, dirinya membawa sekitar 53 ekor kambing dan total keseluruhan stok mencapai hampir 80 ekor. Namun, hingga mendekati hari raya, puluhan ekor kambing masih tersisa di kandang.
“Biasanya kalau sudah mendekati Iduladha pasti ada penambahan stok lagi. Tahun ini enggak, karena yang di depan saja masih banyak, masih sekitar 30 ekoran lebih,” ucapnya.
Menurutnya, menurunnya daya beli masyarakat menjadi salah satu faktor utama lesunya penjualan hewan kurban tahun ini. Selain kondisi ekonomi, banyaknya pedagang musiman yang bermunculan juga membuat persaingan semakin ketat.
“Mungkin faktor keuangan juga ya. Sekarang banyak yang jualan juga di beberapa lokasi,” katanya.
Untuk jenis kambing, Andi menyebut kambing Garut masih menjadi favorit pembeli. Selain postur tubuh yang lebih besar dan tebal, tampilannya juga dianggap lebih menarik.
“Kebanyakan yang dicari kambing Garut, yang kupingnya kecil atau enggak kelihatan. Faktor tubuhnya juga bagus,” ujarnya.
Soal harga, Andi mengatakan tidak ada kenaikan signifikan dibanding tahun lalu. Harga kambing dibanderol mulai Rp3 juta hingga Rp7 juta tergantung ukuran dan bobot hewan.
Meski harga dari daerah pemasok cenderung naik mendekati Iduladha, dirinya memilih menahan harga jual agar tetap menarik minat pembeli.
“Kalau dari sana memang makin dekat Lebaran biasanya naik terus. Tapi di sini tinggal nunggu pembelinya aja sekarang,” ucapnya. (*)











