Wakil Bupati Sebut Budaya Gotong Royong Dan Tidak Buang Sampah Sembarangan Perlu Ditingkatkan

Muhammad Najib Hamas
Wakil Bupati Serang Muhammad Najib Hamas menyampaikan sambutan, pada acara Seruan Kebudayaan Serang Utara (Serbuk), di wisata Bumi Tirtayasa, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, Selasa 19 Mei 2026. Foto : Agunggumelar/Bantenekspres.co.id

TIRTAYASA,BANTENEKSPRES.CO.ID – Wakil Bupati Serang Muhammad Najib Hamas, menyebutkan budaya gotong royong dan tidak buang sampah sembarang masih perlu ditingkatkan.

Untuk itu perlu adanya perhatian khusus yang harus dilakukan seperti, melaksanakan edukasi dan sosialisasi ke masyarakat akan pentingnya budaya gotong royong, serta pembentukan bank sampah di setiap desa agar tidak buang sampah sembarang.

Bacaan Lainnya

Hal itu disampaikannya usai menghadiri acara Seruan Kebudayaan Serang Utara (Serbuk), di wisata Bumi Tirtayasa, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, Selasa 19 Mei 2026.

Najib mengatakan, Kabupaten Serang memiliki banyak kebudayaan yang perlahan mulai luntur, bahkan tidak diterapkan dalam kehidupan sehari-harinya, seperti budaya gotong royong dan tidak membuang sampah sembarang.

Budaya tidak melulu tentang sebuah tempat atau objek peninggalan zaman dahulu, melainkan kini gotong royong pun menjadi budaya bahkan tidak membuang sampah sembarang.

“Kebudayaan memiliki arti yang luas, tidak hanya tentang pentas seni dan sebagainya, tetapi lebih dari itu ada gotong royong dan tidak buang sampah sembarang. Saat ini sudah mulai luntur, terlihat masih banyak sampah liar dimana-mana, yang menjadi kebiasaan masyarakat buang asal,” katanya.

Najib berpesan, kepada seluruh masyarakat agar bisa merawat lingkungannya khususnya sampah, dan pemerintah secara bertahap akan membuat bank sampah di setiap desa, supaya tidak ada lagi yang buang sampah dipinggir jalan, sungai dan lainnya.

“Budaya ini kan yang sudah dicontohkan leluhur kita, jangan ada lagi yang buang sampah sembarang apalagi ke sungai, perlu edukasi yang akan kita lakukan supaya masyarakat peduli,” ujarnya.

Dikatakan Najib, untuk bisa menghargai kebudayaan salah satunya harus melakukan edukasi secara maksimal, melalui pusat-pusat kebudayaan agar program-program yang nanti diharapkan bisa bersinergi dengan pemerintah daerah maupun provinsi dan praktisi bidang lainnya.

Karena menjadi perhatian khusus tentang menghidupkan kelestarian budaya, masih butuh untuk ditingkatkan secara bersama-sama, Pemkab Serang akan mendukungnya dengan melakukan berbagai upaya yang bakal dilakukan.

“Apa yang menjadi masukan masyarakat terkait dengan kebudayaan akan kita catat dan tindak lanjuti, karena bicara menghargai kebudayaan ini juga bagian dari indikator kebahagiaan. Perbaikan terus kita lakukan, mulai dari anak-anak hingga dewasa supaya mereka peduli terhadap kebudayaan di sekitarnya,” ucapnya. (*)

Pos terkait