11 Desa di Lebak Diterjang Banjir dan Longsor, BPBD Imbau Warga Waspada

11 Desa di Lebak Diterjang Banjir dan Longsor, BPBD Imbau Warga Waspada
Banjir merendam perumahan dan peswahan warga di Kecamatan Cipanas, kemarin. Foto : A Fadilah/Bantenekspres.co.id

RANGKASBITUNG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Banjir disertai tanah longsor menerjang 11 desa di lima kecamatan di Kabupaten Lebak, Banten, pada Jumat hingga Sabtu, 16 Mei 2026. Bencana terjadi akibat tingginya curah hujan yang mengguyur wilayah tersebut sejak siang hingga petang.

Lima kecamatan terdampak yakni Kecamatan Cigemblong, Cipanas, Sajira, Lewidamar, dan Muncang. Sejumlah sungai meluap dan merendam permukiman warga serta merusak infrastruktur.

Bacaan Lainnya

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebak, Pebby mengatakan, tingginya intensitas hujan menyebabkan beberapa sungai meluap, di antaranya Sungai Peucangpari di Cigemblong, Sungai Cimaur, Sungai Cibeurih, Sungai Cilaki, Sungai Ciminyak, dan Sungai Cisimeut.

“Akibat meluapnya sungai tersebut menyebabkan banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah terdampak,” katanya, Minggu 17 Mei 2026.

BPBD mencatat sedikitnya 37 rumah warga terdampak banjir dan longsor. Selain itu, satu unit pondok pesantren hanyut, satu mushola terendam banjir, dua jembatan serta jalan usaha tani rusak dan roboh, hingga satu bangunan bronjong mengalami kerusakan.

Kerusakan juga terjadi pada infrastruktur lainnya, seperti tembok penahan tanah (TPT) roboh, saluran irigasi ambruk, jalan paving blok terdampak sepanjang 10 meter, serta turap jalan desa rusak sepanjang 20 meter.

Tak hanya itu, luapan air sungai juga merendam lahan persawahan seluas sekitar 50 hektare milik warga.

“Pengumpulan data secara menyeluruh masih dalam proses, termasuk pendataan kerugian akibat bencana. Petugas juga menghadapi hambatan karena kondisi geografis pascabencana,” ujarnya.

Untuk membantu warga terdampak, BPBD Lebak telah menyalurkan bantuan darurat berupa 100 paket sembako dan 37 lembar terpal. Petugas juga diterjunkan ke lokasi guna melakukan penanganan awal bencana.

Pebby mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi banjir dan longsor susulan. Pasalnya, curah hujan di wilayah Lebak diperkirakan masih tinggi dalam beberapa hari ke depan.

“Kami terus berkoordinasi dengan muspika agar warga terdampak bisa tertangani dengan cepat,” tandasnya.

Pos terkait