SERANG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Serang Supiyanto, meminta Pemkab Serang untuk lebih teliti dalam merekrut jajaran direksi PT Serang Berkah Mandiri (SBM), yang harus diisi oleh orang-orang profesional dan berkompeten.
Kemudian memperjelas core bisnis apa yang akan dijalankan serta dikembangkan, jangan sampai ada ketidak jelasan dalam menjalankan bisnisnya seperti yang sudah berjalan namun tidak berkembang.
Hal itu disampaikannya mengingat Pemkab Serang, bakal memulihkan kembali PT SBM yang kini sedang bermasalah, lantaran adanya kasus korupsi yang menjerat Direktur PT SBM Isbandi Ardiwinata Mahmud.
Meski begitu dirinya mengapresiasi langkah berani yang diambil Pemkab Serang, meskipun tanpa ada penyertaan modal, karena menurutnya tidak mudah untuk menyehatkan kembali BUMD yang sudah sakit.
“Saya mengapresiasi langkah Pemkab Serang untuk menyehatkan PT SBM, namun tidak mudah juga untuk melakukannya. Sehingga, saya minta dalam rekrut jajaran direksi harus diperhatikan, dan core bisnisnya juga harus jelas jangan sampai ngasal kaya yang sudah-sudah,” katanya, Selasa 12 Mei 2026
Supiyanto mengatakan, tidak mudah dalam merekrut Sumber Daya Manusia (SDM) yang mau mengisi PT SBM, maka perlu diperhatikan lebih matang dalam memilihnya harus diisi oleh orang yang profesional dan berkompeten.
“Harus diperhatikan jajaran direksi yang baru nanti jangan asal-asalan dalam memilihnya, supaya tidak terulang lagi masalah yang kemarin,” ujarnya.
Dikatakan Supiyanto, ada beberapa potensi yang belum tergali oleh PT SBM, maka perlu duduk bersama antara eksekutif dengan legislatif, agar komunikasi terjalin dengan baik karena mereka memiliki potensi yang sesuai dengan bidangnya.
Ia mengaku terkait dengan penyertaan modal lagi untuk PT SBM, belum bisa memberikan kepastian apakah bisa diberikan lagi atau tidak, sebab perlu melihat perkembangan dari PT SBM lebih lanjut dan harus dikaji dahulu tidak boleh sembarang.
“Karena percuma kalau dikasih penyertaan modal lagi namun masalah bermasalah lagi, maka perlu dikaji dulu lalu bisnisnya harus jelas juga. Sejauh ini hanya ada dua BUMD yang sehat yaitu BPR dan Perumda Tirta Albantani, namun untuk PT SBM ini harus dilihat dulu perkembangannya kedepan,” ucapnya. (*)











