JATIUWUNG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Wali Kota Tangerang Sachrudin menegaskan seluruh jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang harus bekerja nyata dan responsif dalam menjawab berbagai persoalan masyarakat.
Pelayanan publik, kata dia, tidak boleh berhenti sebatas wacana dan retorika, melainkan harus diwujudkan melalui aksi cepat yang berdampak langsung bagi warga.
Penegasan itu disampaikan Sachrudin saat memimpin Rapat Evaluasi Kewilayahan bersama kepala perangkat daerah, camat, dan lurah di Ruang Akhlakul Karimah, Gedung Puspem Kota Tangerang, Senin (11/5/2026) kemarin.
“Camat dan lurah harus memperkuat komunikasi dengan dinas terkait. Jangan sampai persoalan yang sama terus berulang, seperti TPS liar, jalan berlubang, dan persoalan lingkungan lainnya. Semua harus segera ditangani. Respons aduan masyarakat harus cepat, tepat, dan solutif, bukan sekadar retorika,” tegas Sachrudin.
Selain menyoroti persoalan infrastruktur dan lingkungan, Sachrudin juga meminta seluruh wilayah sigap menangani isu kesehatan dan kebersihan yang berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.

Menindaklanjuti arahan tersebut, Kecamatan Jatiuwung bergerak cepat dan tepat dengan menutup empat tempat pembuangan sampah (TPS) liar yang berada di sejumlah jalan protokol di wilayah.
Camat Jatiuwung Buceu Gartina mengatakan, empat TPS liar yang ditutup berada di Jalan Pajajaran, Jalan Gatot Soebroto depan Aneka Subur, Jalan Industri 8, dan Jalan Prabu Siliwangi.
“Penutupan TPS liar ini merupakan tindak lanjut arahan Bapak Wali Kota dan Wakil Wali Kota terkait kebersihan dan kerapihan kota. Kami tidak bisa bekerja sendiri, sehingga dilakukan melalui kolaborasi banyak pihak,” ujar Buceu di kantor Kecamatan Jatiuwung, Selasa 12 Mei 2026.
Kepada Banten Ekspres Buceu menjelaskan, penutupan TPS liar dilakukan bersama unsur Trantib Kecamatan, lurah, tokoh masyarakat, RT/RW, Linmas, LPM kelurahan dan kecamatan, hingga Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
Selain penertiban TPS liar, pihak kecamatan juga mengusulkan kepada DLH terkait pembagian jadwal pengangkutan sampah agar lebih tertib sesuai waktu yang ditentukan.
Tak hanya itu, Kecamatan Jatiuwung juga mendorong pembangunan pusat daur ulang sampah guna mengurangi volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
“Selain bank sampah yang sudah terbentuk di masing-masing kelurahan, kami juga mendorong hadirnya pusat daur ulang di Jatiuwung agar sampah yang masuk ke TPA bisa berkurang,” tandasnya.
“Kami akan terus melakukan monitoring dan patroli secara berkala memastikan tidak ada TPS liar di wilayah kami,” tutup Buceu Gartina. (***)











