Jelang Idul Adha, Puskesmas Legok Imbau Warga Pilih Hewan Kurban Sehat dan Tidak Berlebihan Konsumsi Daging

Jelang Idul Adha, Puskesmas Legok Imbau Warga Pilih Hewan Kurban Sehat dan Tidak Berlebihan Konsumsi Daging
Puskesmas Legok meminta kepada masyarakat untuk teliti dalam memilih hewan kurban. Foto: Randy/Bantenekspres.co.id

LEGOK, BANTENEKSPRES.CO.ID – Menjelang Hari Raya Idul Adha, Puskesmas Legok mengimbau masyarakat agar lebih teliti dalam memilih hewan kurban yang sehat dan layak untuk disembelih.

Imbauan tersebut dilakukan, guna memastikan daging kurban yang dibagikan kepada masyarakat aman dan baik untuk dikonsumsi. Karena, tidak di sarankan jika berkurban dengan hewan kurban yang sakit atau tidak layak.

Bacaan Lainnya

Kepala Puskesmas Legok, dr. Riesda Nandini Yanumasari mengatakan, masyarakat perlu memahami pentingnya memilih hewan kurban yang memenuhi standar kesehatan agar tidak menimbulkan risiko penularan penyakit dari hewan ke manusia.

“Menjelang Idul Adha kami mengimbau masyarakat untuk lebih selektif dalam memilih hewan kurban. Pastikan hewan yang akan disembelih dalam kondisi sehat, karena daging yang berasal dari hewan sehat tentunya lebih aman dan baik untuk dikonsumsi masyarakat,” ujarnya kepada Bantenekspres.co.id, Minggu 10 Mei 2026.

Menurutnya, hewan kurban yang baik harus memenuhi prinsip ASUH, yakni Aman, Sehat, Utuh, dan Halal. Prinsip tersebut menjadi fokus utama dalam mencegah penyebaran penyakit zoonosis atau penyakit yang dapat menular dari hewan kepada manusia.

“Kami terus memberikan edukasi kepada masyarakat terkait cara memilih hewan kurban yang benar. Hewan yang sehat tidak hanya penting untuk ibadah, tetapi juga untuk menjaga kesehatan masyarakat yang menerima daging kurban,” katanya.

Ia menjelaskan, terdapat beberapa ciri hewan kurban yang sehat dan layak disembelih. Di antaranya mata hewan terlihat cerah dan bersih, tidak belekan, tidak merah, serta tidak cekung.

“Kemudian hidung hewan biasanya lembap atau basah, tetapi bukan karena flu atau mengeluarkan lendir secara berlebihan. Mulut dan bagian cermin hidung juga harus dipastikan tidak terdapat luka ataupun lepuh yang dapat menjadi tanda penyakit mulut dan kuku atau PMK,” jelasnya.

Selain itu, bulu hewan yang sehat terlihat bersih dan tidak kusam. Hewan juga tampak aktif bergerak, tidak lesu, tidak pincang, serta memiliki nafsu makan yang baik.

“Kotoran hewan juga perlu diperhatikan. Feses yang normal biasanya padat dan tidak cair. Lalu pastikan hewan tidak memiliki cacat seperti buta, tanduk patah, kaki pincang, maupun ekor yang terpotong,” tambah Riesda.

Pihak Puskesmas Legok juga mengingatkan masyarakat untuk membeli hewan kurban dari tempat penjualan yang terpercaya dan memiliki pemeriksaan kesehatan hewan.

“Kami mengimbau warga membeli hewan kurban di lokasi yang jelas dan memastikan hewan sudah diperiksa kesehatannya. Jangan hanya melihat ukuran tubuh hewan, tetapi perhatikan juga kondisi kesehatannya secara menyeluruh,” ungkapnya.

Tak hanya soal pemilihan hewan kurban, masyarakat juga diingatkan agar bijak dalam mengonsumsi daging saat Idul Adha. Konsumsi daging kambing maupun sapi secara berlebihan dinilai dapat memicu gangguan kesehatan.

“Momentum Idul Adha memang identik dengan konsumsi daging. Namun masyarakat tetap harus memperhatikan pola makan dan tidak berlebihan. Jika terlalu banyak mengonsumsi daging, terutama yang berlemak, bisa meningkatkan risiko kolesterol maupun penyakit lainnya,” paparnya.

Ia menyarankan, masyarakat untuk menyeimbangkan konsumsi daging dengan sayur, buah, serta memperbanyak minum air putih agar kondisi tubuh tetap sehat.

“Kami berharap masyarakat dapat menjalankan ibadah kurban dengan aman, sehat, dan tetap menjaga pola hidup sehat. Dengan memilih hewan kurban yang baik dan mengatur pola konsumsi, manfaat kurban dapat dirasakan tanpa mengganggu kesehatan,” tutupnya. (*)

Pos terkait