Dinkes Lebak Latih 200 Penjamah Makanan untuk Dukung Program MBG

Dinkes Lebak Latih 200 Penjamah Makanan untuk Dukung Program MBG
Narasumer saat memberikan materi pada acara pelatihan penjamah makanan di Kecamatan Leuwidamar, Minggu 10 Mei 2026. Foto : A Fadilah/Bantenekspres.co.id

LEUWIDAMAR, BANTENEKSPRES.CO.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebak menggelar pelatihan keamanan makanan siap saji bagi penjamah makanan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG), di Villa Bangbang, Kecamatan Leuwidamar, Minggu 10 Mei 2026.

Kegiatan tersebut diikuti 200 relawan dari empat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), yakni SPPG Margawangi, SPPG Cirinten 002, SPPG Cisimeut 004 Kecamatan Leuwidamar, serta SPPG Cimayang Kecamatan Bojongmanik.

Bacaan Lainnya

Pelatihan menghadirkan tiga narasumber dari Dinkes Lebak guna meningkatkan pemahaman relawan terkait keamanan pangan siap saji dalam program MBG.

Narasumber dari Dinkes Lebak, Windarti mengatakan, para relawan diberikan pembekalan agar mampu menjaga keamanan pangan hingga sampai ke tangan penerima manfaat.

“Para relawan mendapat pelatihan untuk meningkatkan keamanan pangan hingga sampai ke tangan penerima manfaat. Salah satunya memastikan kondisi penjamah makanan sehat saat terlibat dalam penyiapan, produksi hingga distribusi MBG,” katanya.

Ia menjelaskan, pelatihan tersebut menjadi bagian dari persyaratan pengelolaan pangan bagi SPPG yang mengajukan penerbitan Sertifikat Laik Hygiene Sanitasi (SLHS).

Menurutnya, salah satu syarat penerbitan sertifikat tersebut yakni minimal 50 persen penjamah makanan atau pengelola pangan telah mengikuti pelatihan keamanan pangan siap saji.

“Hasilnya nanti akan ditindaklanjuti setelah operasional berjalan melalui inspeksi kesehatan lingkungan, termasuk pemeriksaan air oleh tim Labkesda,” ujarnya.

Windarti menambahkan, pelatihan ini penting agar relawan memahami potensi cemaran pangan dan penyakit bawaan makanan sehingga dapat dicegah sejak proses pengolahan.

Selain itu, peserta juga dibekali pemahaman mengenai sanitasi lingkungan kerja, kebersihan peralatan, higienitas personal hingga prosedur produksi pangan yang aman.

“Dengan kegiatan ini diharapkan semua relawan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat mulai dari diri sendiri hingga lingkungan dapur, serta seluruh karyawan rutin memeriksakan kesehatan untuk mencegah penularan penyakit melalui makanan yang disajikan,” pungkasnya.(*)

Pos terkait