Camat Legok: Hentikan Pembuangan Sampah Liar dan Pembuatan TPA Ilegal

Camat Legok: Hentikan Pembuangan Sampah Liar dan Pembuatan TPA Ilegal
Staff Kecamatan Legok sidak TPA liar saat melakukan aksi Gerakan Indonesia Asri bersama masyarakat. Foto: Randy/Bantenekspres.co.id

LEGOK, BANTENEKSPRES.CO.ID – Pemerintah Kecamatan Legok meminta masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan maupun membuat tempat pembuangan akhir (TPA) liar di lahan kosong ataupun di pinggir jalan.

Imbauan tersebut, disampaikan karena keberadaan sampah liar dinilai dapat merusak lingkungan dan membahayakan masyarakat sekitar. Apalagi, banyak ditemukan TPA liat yang tidak tahu siapa yang membuat sehingga menyebabkan sampah yang menumpuk.

Bacaan Lainnya

Camat Legok Muhamad Yusuf Fackhroji menegaskan, persoalan sampah harus menjadi perhatian bersama agar wilayah Legok tetap bersih, sehat, dan nyaman untuk ditinggali. Jangan sampai, sampah menjadi maslaah yang berbahaya bagi warga

“Kami meminta seluruh masyarakat Kecamatan Legok untuk tidak lagi membuang sampah sembarangan, apalagi dengan sengaja membuat TPA liar di lahan kosong ataupun di pinggir jalan. Hal itu sangat merusak lingkungan dan dapat menimbulkan berbagai persoalan,” ujar Yusuf kepada Bantenekspres.co.id, Minggu 10 Mei 2026.

Menurutnya, tumpukan sampah liar tidak hanya mengganggu pemandangan, tetapi juga dapat menyebabkan banjir saat musim hujan karena saluran air tersumbat oleh sampah.

“Kalau sampah dibuang sembarangan, dampaknya bukan hanya lingkungan terlihat kumuh. Sampah juga bisa menyumbat drainase dan menyebabkan banjir. Selain itu, tumpukan sampah dapat memicu munculnya penyakit dan membahayakan kesehatan masyarakat,” katanya.

Yusuf menjelaskan, pihak kecamatan bersama petugas kebersihan terus melakukan pengangkutan sampah warga secara rutin. Karena itu, masyarakat diminta untuk membuang sampah pada tempat dan waktu yang telah ditentukan.

“Petugas kebersihan Kecamatan Legok setiap hari berkeliling untuk mengangkut sampah warga. Maka kami berharap masyarakat dapat bekerja sama dengan membuang sampah secara benar dan tidak lagi membuangnya sembarangan,” ungkapnya.

Ia juga mengajak warga untuk mulai memilah sampah rumah tangga sebelum dibuang, sehingga volume sampah dapat dikurangi dan tidak terjadi penumpukan di sejumlah titik.

“Kami juga meminta masyarakat untuk memilah sampah organik dan nonorganik. Dengan memilah sampah, pengelolaan sampah akan lebih mudah dan penumpukan sampah bisa diminimalisir,” jelasnya.

Lebih lanjut, Yusuf mengatakan bahwa menjaga kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah semata. Ia berharap kesadaran masyarakat terus meningkat agar wilayah Legok tetap bersih dan sehat.

“Kebersihan lingkungan harus dimulai dari kesadaran masing-masing warga. Kalau lingkungan bersih, masyarakat juga akan nyaman dan sehat. Kami berharap warga Legok bisa bersama-sama menjaga wilayahnya agar tetap bersih dan bebas dari sampah liar,” tutupnya. (*)

Pos terkait