SERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra Dapil Banten II, Annisa Mahesa, turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Gudang Bulog di Desa Singamerta, Kecamatan Ciruas, Kamis 30 April 2026.
Didampingi jajaran DPRD Kabupaten Serang dari Fraksi Gerindra serta pimpinan Bulog, sidak ini memastikan ketersediaan dan kualitas beras di tengah isu stabilitas pangan.
Dalam pengecekan tersebut, Annisa menelusuri langsung stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) hingga beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang saat ini dijual Rp12.500 per kilogram.
Tak hanya itu, bantuan pangan berupa beras 10 kilogram juga telah disalurkan kepada masyarakat desil 1 hingga 4 untuk periode Februari–Maret 2026.
Bulog juga menyimpan hasil serapan gabah petani lokal serta beras premium produksi PT Wilmar yang diolah dengan teknologi modern. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kualitas sekaligus memastikan pasokan tetap beragam.
Distribusi bantuan dan komoditas subsidi dilakukan berbasis data pemerintah secara by name by address, sehingga tepat sasaran. Komoditas seperti SPHP dan MinyakKita terus digelontorkan guna menahan gejolak harga di pasaran.
Pengawasan pun diperketat. Bersama Dinas Perdagangan dan Kepolisian, Bulog rutin melakukan sidak ke pasar. Hasilnya, sebanyak 14 pengecer minyak telah ditindak karena menjual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
Tak berhenti di situ, sistem digital SIMIRA juga digunakan untuk memantau distribusi agar transparan hingga ke tangan konsumen.
Di sisi lain, Bulog menjalankan strategi “jemput bola” dengan mendatangi langsung petani saat panen. Tujuannya jelas, memutus ketergantungan pada tengkulak dan memastikan hasil panen terserap optimal.
Secara nasional, target pengadaan beras tahun ini mencapai 5 juta ton, naik dari 4 juta ton pada tahun sebelumnya. Provinsi Banten pun masuk 10 besar nasional dengan kontribusi produksi yang cukup signifikan.
Dari hasil sidak, stok beras dipastikan dalam kondisi aman. Total cadangan mencapai sekitar 234.000 ton, dengan 38.610 ton berada di wilayah Serang. Jumlah tersebut diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga enam bulan ke depan.
Annisa pun mengaku puas dengan hasil pengecekan langsung di lapangan.
“Saya cukup puas. Kualitas beras sangat baik dan stok di Serang aman untuk beberapa bulan ke depan,” tegasnya.
Ia menegaskan, pengawasan langsung ini menjadi bagian dari komitmen memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap tersedia dan terjangkau.
“Yang terpenting, masyarakat tidak perlu khawatir. Stok aman, harga harus tetap terkendali,” tandasnya. (*)










