Konflik di Timur Tengah, Menhaj Pastikan Tidak Ada Kenaikan Biaya dan Calhaj Dapat Diterbangkan

Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf,saat membuka Rakernas Konsolidasi Penyelenggaraan Ibadah Haji 2026 di Asrama Haji Banten, Jalan KH Hasyim Asyari, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, Rabu malam, 8 April 2026.

TANGERANG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, memastikan jemaah haji Indonesia tahun 2026 tidak akan dibebankan biaya tambahan apa pun meskipun ada tekanan kenaikan tarif pesawat akibat dinamika geopolitik global. Hal ini ditegaskan dalam Rakernas Konsolidasi Penyelenggaraan Ibadah Haji 2026 di Asrama Haji Banten, Cipondoh, Kota Tangerang, Rabu malam, 8 April 2026.

Irfan juga memastikan para calon jemaah haji dapat diterbangkan untuk menunaikan rangkaian ibadah haji meskipun konflik di Timur Tengah terus memanas.

Bacaan Lainnya

Ia mengakui, penyelenggaraan haji tahun ini perdana di bawah naungan Kementerian Haji yang baru terbentuk. Namun dihadapkan dengan adanya tantangan besar. Sejak 30 Maret lalu, maskapai Garuda Indonesia dan Saudi Arabian Airlines mengajukan kenaikan tarif penerbangan menyusul melonjaknya harga Avtur akibat eskalasi konflik di Timur Tengah.

“Beberapa hari ini kami gelisah, susah tidur. Saya dan Pak Wamen pusing mencari jalan keluarnya. Namun, Presiden Prabowo baru saja tadi sore menyatakan dengan tegas bahwa walaupun ada kenaikan, jangan dibebankan kepada jemaah haji,” ungkap Irfan Yusuf dalam sambutannya.

Menurutnya, perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap jemaah haji sangat luar biasa. Pemerintah berkomitmen mencari sumber dana alternatif untuk menambal selisih biaya tersebut.

“Sumber dananya bisa dari APBN atau sumber lain, yang jelas Presiden memastikan tidak ada penambahan biaya satu rupiah pun bagi jemaah,” tegasnya.

Meski dibayangi isu kenaikan biaya dan situasi konflik Timur Tengah, Irfan memastikan persiapan keberangkatan calon jemaah haji telah mencapai hampir 100 persen. Sinergi antara tim kementerian di pusat, daerah, hingga petugas di Arab Saudi telah berjalan optimal.

Langkah ini dipandang sebagai bukti nyata transformasi kelembagaan dari Badan Penyelenggara Haji menjadi Kementerian Haji, di mana kendali dan pengawasan dilakukan secara langsung dan intensif oleh Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan pelayanan jemaah haji tetap optimal di tengah situasi dunia yang tidak menentu.

Meski demikian, Irfan membawa kabar baik mengenai penurunan tensi ketegangan di wilayah Timur Tengah. Ia menyebut adanya informasi terkait gencatan senjata di Timur Tengah yang diharapkan menjadi sinyal positif bagi keselamatan jemaah. Oleh karenanya, pihak Kementerian Haji memastikan calon jemaah haji dijadwalkan penerbangan perdana pada 22 April 2026.

“Jamaah haji mulai masuk Asrama Haji pada 21 April 2026 dan diterbangkan pada 22 April nanti,” ujarnya.

Irfan meminta para calon jemaah untuk tetap tenang dan tidak perlu merasa galau terkait isu kenaikan biaya atau kepastian keberangkatan meski ditengah ketegangan di Timur Tengah.

“Insya Allah diberangkatkan sesuai jadwal. Jemaah tidak perlu galau lagi. Sekarang tinggal menyiapkan diri, baik secara batin maupun fisik, agar bisa menjalankan ibadah haji dengan sebaik-baiknya,” pungkasnya.(*)

Reporter : Abdul Aziz

Pos terkait