Antrean Truk Sampah di TPA Jatiwaringin Mengular, Pekerja Mengeluh ‘Nginep’ Akibat Jalur Longsor

TPA Jatiwaringin lumpuh akibat longsoran sampah yang menutup jalur! Antrean truk mengular hingga sopir terpaksa menginap. Foto: Tangkapan layar video kiriman warga

MAUK,BANTENEKSPRES.CO.ID – Kondisi operasional di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin mengalami kendala serius pada Selasa, 7 April 2026.

Puluhan truk sampah terjebak dalam antrean panjang yang menyebabkan para pekerja harus menunggu hingga berjam-jam, bahkan menginap di lokasi.

Bacaan Lainnya

Sebuah rekaman video dari lokasi menunjukkan suasana melelahkan di area pembuangan. Dalam video tersebut, terlihat gunungan sampah yang meluap, dengan beberapa titik ditutupi terpal putih besar.

Perekam video menggambarkan situasi di lapangan yang kian memburuk pada pagi hari sekitar pukul 10.00 WIB.

Ia menyebutkan banyak rekannya sesama sopir truk yang terpaksa bermalam di area TPA demi mendapatkan giliran bongkar muat.

“Mang Sikado, Salim, wah pada nginep dari malam loh. Udah aduh… Bawa obat nyamuk saja. Parah!” ujar perekam dalam video tersebut dengan nada lelah.

Ia juga menambahkan, volume kendaraan yang datang terus bertambah, sementara akses pembuangan belum dibuka secara normal hingga siang hari.

“Mobil makin lama makin banyak yang baru datang. Ngelambak sudah. Ini mah perkiraan bukanya siang,” lanjutnya.

Menanggapi keluhan para pekerja tersebut, Kepala UPTD TPA Jatiwaringin Jaya Gemi memberikan klarifikasi.

Ia membenarkan adanya kepadatan di area TPA dan menjelaskan hal tersebut disebabkan oleh kendala teknis di titik pembuangan.

“Memang sedang ada perapihan dikarenakan buangan longsor dan jalur menyempit,” ujar Jaya Gemi saat dikonfirmasi.

Kondisi jalur yang menyempit akibat longsoran sampah membuat manuver truk menjadi terbatas, sehingga proses bongkar muat memerlukan waktu lebih lama dari biasanya.

Pihak pengelola TPA Jatiwaringin menyatakan telah mengambil langkah cepat untuk mengatasi kemacetan ini.

Jaya Gemi menegaskan, pihaknya terus berkomunikasi dengan pimpinan Dinas Lingkungan Hidup untuk mencari solusi jangka pendek.

“Saya dan Pak Dude juga sudah koordinasi ke Pak Sekdis dan Pak Kadis terkait buangan ini,” tambahnya. (*)

Reporter: Zakky Adnan

Pos terkait