TANGERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Pemkot Tangerang mulai menyusun peta jalan ambisius untuk mentransformasi wilayahnya menjadi Kota Aerotropolis. Hal ini menjadi fokus utama dalam kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027 yang digelar pada Selasa, 7 April 2026.
Kegiatan tersebut dihadiri pula Dirjen Transportasi dan Multimoda dari Kementerian Perhubungan, Mohammad Rizal Wasal sebagai keynote speaker.
Wakil Wali Kota Tangerang, Maryono Hasan mengatakan, Pemkot Tangerang tahun ini tengah mematangkan perencanaan Kota Aerotropolis dalam RKPD yang akan direalisasikan pada tahun 2027.
Maryono menjelaskan, konsep Aerotropolis ini akan menjadikan Kota Tangerang sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mengintegrasikan bisnis, jasa, perkantoran, hingga logistik di sekitar kawasan bandara.
“Jadi Musrembang RKPD ini kita mematangkan perencanaan Kota Aetropolis yang akan direalisasikan pada 2027 nanti,,” ungkap Maryono usai memberikan sambutan.
Maryono memaparkan, perencanaan yang matang di tahun 2026 menjadi kunci agar realisasi di tahun 2027 dapat berjalan optimal.
“Banyak wacana yang perlu kita benahi dalam segi perencanaan menuju Kota Aerotropolis. Kami berharap kawasan ini nantinya menjadi penopang utama sistem ekonomi dan keuangan, yang berkontribusi signifikan terhadap Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” papar Maryono.
Dikatakannya, konsep Aerotropolis tidak hanya berfokus pada Kecamatan Benda sebagai lokasi Bandara Soekarno-Hatta, tetapi juga mencakup wilayah Batuceper, Neglasari, Cipondoh, Pinang, hingga Karawaci. Ia menyebut, wilayah-wilayah tersebut sebagai bagian dari “segitiga perencanaan” yang akan mengintegrasikan transportasi udara dengan transportasi darat.
“Secara ekonomi, kita ingin masyarakat terlibat melalui UMKM, sektor jasa, perdagangan, hingga kesehatan dan pergudangan,” ujar Maryono.
Dalam proses pembangunan ini, kata Maryono, Pemkot Tangerang berkomitmen untuk melibatkan berbagai pihak, mulai dari akademisi hingga media massa, guna memastikan transparansi dan partisipasi publik dalam setiap kebijakan yang diambil.
Selain isu Kota Aerotropolis, Maryono juga menanggapi isu strategis mengenai penanganan banjir dan sampah. Pemkot Tangerang berkomitmen melakukan pengadaan pekerjaan dan pembebasan lahan untuk pembangunan tanggul yang ditargetkan mulai terealisasi pada 2026 hingga 2027.
Terkait wilayah perbatasan, khususnya dengan Pemprov DKI Jakarta di area Cipondoh dan Larangan, Pemkot Tangerang terus menjalin komunikasi intensif.
“Kami sudah melakukan koordinasi. Langkah berikutnya adalah menindaklanjuti apa yang sudah dimusyawarahkan agar bisa direalisasikan bersama pada tahun 2026 ini,” pungkasnya.(*)











