Pompa Anti Banjir Digondol Maling, PUPR Kota Tangerang Rugi Rp37 Juta dan Sudah Lapor Polisi

Pompa Anti Banjir Digondol Maling, PUPR Kota Tangerang Rugi Rp37 Juta dan Sudah Lapor Polisi
Taufik Syahzaeni, Kepala Dinas PUPR Kota Tangerang. Foto Ahmad Syihabudin/Bantenekspres.co.id

KARAWACI, BANTENEKSPRES.CO.ID – Mesin pompa pengendali banjir milik Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang di Kelurahan Cimone Jaya, Kecamatan Karawaci hilang diduga dicuri.

Warga pun was-was karena alat tersebut merupakan fasilitas vital untuk mengantisipasi banjir.

Bacaan Lainnya

Sebelumnya diberitakan Bantenekspres.co.id mesin pompa diesel berkapasitas 23 PK dengan berat sekitar 150 kilogram itu selama ini menjadi andalan warga untuk mengatasi genangan, khususnya di wilayah RT 02 RW 08.

Diketahui, petugas Operasional dan Pemeliharaan PUPR Kota Tangerang, Doni menyebut, berdasarkan pengecekan terakhir pada 16 Maret 2026, pompa tersebut masih dalam kondisi aman.

“Setelah ada laporan, kami cek ke lokasi dan memang mesin diesel sudah tidak ada,” jelasnya.

Ditemui Banten Ekspres di Puspemkot Tangerang, Selasa 31 Maret 2026. Kepala Dinas PUPR Kota Tangerang, Taufik Syahzaeni mengatakan, komponen yang hilang merupakan bagian dari aset milik Pemkot Tangerang yang pengadaannya melalui APBD. Nilai kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp37 juta.

Ia menegaskan, kasus kehilangan mesin pengendali banjir tersebut sudah dilaporkan ke Polres Metro Tangerang Kota karena termasuk kehilangan barang milik negara.

“Karena itu aset pemerintah daerah yang dianggarkan melalui APBD, kami sudah melaporkannya ke Polres Metro Tangerang Kota,” kata Taufik.

Taufik menjelaskan, pompa pengendali banjir terdiri dari unit pompa dan mesin penggerak. Kehilangan terjadi pada bagian mesin yang menyebabkan fungsi pompa tidak optimal.

Saat ini, pihaknya masih melakukan pendataan untuk memastikan tidak ada kehilangan di lokasi lain. PUPR juga akan mengusulkan pengadaan pompa pengganti melalui APBD perubahan maupun anggaran murni.

“Kami sudah usulkan penggantian agar penanganan banjir tetap berjalan,” pungkasnya. (*)

Pos terkait