SERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID — Seorang warga Kota Serang asal Kasemen, menjadi korban penipuan berkedok lowongan kerja di luar negeri hingga berujung penyekapan dan eksploitasi di Kamboja selama hampir 9 bulan.
Korban, Caderra Pasqy Naiga Prasasty, mengaku awalnya ditawari pekerjaan di rumah makan di Vietnam oleh sebuah agensi. Tanpa curiga, ia langsung berangkat ke Jakarta pada malam yang sama.
Seluruh proses perjalanan disebut telah diatur oleh pihak agensi, mulai dari transportasi hingga pengurusan dokumen. Setibanya di Jakarta, korban diarahkan membuat paspor sebelum diberangkatkan ke Batam.
Di Batam, korban tinggal selama sekitar satu minggu untuk mengurus dokumen perjalanan. Setelah itu, ia bersama rombongan diberangkatkan melalui jalur tidak resmi yang disebut “VIP line” di imigrasi, tanpa pemeriksaan yang jelas.
Perjalanan berlanjut ke Johor, Malaysia, lalu ke Kuala Lumpur, sebelum akhirnya diterbangkan ke Ho Chi Minh, Vietnam. Namun setibanya di sana, korban bersama sekitar 25 orang lainnya justru dibawa menggunakan bus selama 18 jam.
“Pas bangun, kami sudah di Kamboja dan langsung dibawa ke perusahaan, lalu dikurung di sana,” ujarnya, Selasa 31 Maret 2026.
Selama berada di Kamboja, korban mengaku dipaksa bekerja menjalankan penipuan daring dengan target korban dari Singapura, Malaysia, dan Brunei. Ia juga menyebut mengalami tekanan selama bekerja.
Total, korban berada di Kamboja selama 9 bulan sebelum akhirnya dipindahkan ke penampungan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI). (*)











