KABUPATEN SERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Aktivitas camping selama ini identik dengan suasana pegunungan. Namun, pengalaman berbeda bisa dirasakan di Pulau Tunda, Kabupaten Serang, Banten, yang menawarkan sensasi berkemah di tepi pantai dengan panorama laut lepas yang masih alami.
Pulau Tunda menjadi salah satu destinasi wisata bahari yang mulai dilirik wisatawan. Selain suasananya yang tenang, pulau ini memiliki air laut jernih, hamparan pasir putih, serta ekosistem bawah laut yang masih terjaga.
Seorang pengunjung, David seorang warga Balaraja, Kabupaten Tangerang yang mempunyai kerabat di Pulau Tunda sekaligus mengaku sengaja memilih Pulau Tunda sebagai lokasi camping untuk mendapatkan suasana yang berbeda dari biasanya.
“Biasanya kan camping di gunung, dingin, hutan. Di sini beda, kita bangun tenda di pinggir pantai, suara ombak langsung kedengeran. Sensasinya lebih santai tapi tetap berasa petualangannya,” ujar David Selasa, (24/3/2026).
Menurutnya, camping di Pulau Tunda memberikan pengalaman yang lebih fleksibel. Selain menikmati suasana malam di tepi laut, wisatawan juga bisa langsung melakukan berbagai aktivitas bahari di pagi hingga siang hari.
“Pagi bisa snorkeling, siang bisa keliling pulau atau mancing. Jadi nggak cuma diam di tenda aja. Itu yang bikin seru,” katanya.
Pulau Tunda memang dikenal sebagai surga kecil bagi pecinta wisata laut. Berbagai aktivitas bisa dilakukan, mulai dari snorkeling, diving, memancing, hingga menikmati matahari terbit dan terbenam di garis pantai.
Bahkan, konsep camping di pulau ini sering dipadukan dengan kegiatan snorkeling. Wisatawan biasanya menghabiskan malam di tenda, lalu keesokan harinya menjelajahi keindahan bawah laut yang dipenuhi terumbu karang dan ikan hias.
Selain itu, wisatawan yang datang tidak perlu khawatir soal penginapan. Pulau Tunda juga menyediakan rumah warga yang dapat disewa sebagai homestay.
Jamil, warga lokal yang juga kerap menjadi pemandu wisata, mengatakan masyarakat setempat turut berperan dalam mendukung aktivitas pariwisata di pulau tersebut.
“Kami di sini biasa bantu wisatawan, mulai dari sewa rumah, antar snorkeling, sampai jadi guide keliling pulau,” ujar Jamil.
Ia menjelaskan, keterlibatan warga lokal tidak hanya membantu wisatawan, tetapi juga menjadi sumber penghasilan tambahan bagi masyarakat.
“Wisatawan biasanya lebih nyaman kalau ditemani warga lokal, karena kami tahu spot-spot bagus, termasuk untuk snorkeling,” katanya.
Pulau Tunda sendiri berada di wilayah Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, dan dapat diakses melalui Pelabuhan Karangantu dengan perjalanan laut sekitar dua jam menggunakan kapal nelayan. (*)
Reporter: Muhamad Najib











