KARAWACI, BANTENEKSPRES.CO.ID – Menjelang Hari Raya Idulfitri, jasa penukaran uang pecahan kecil mulai ramai bermunculan di pinggir jalan. Terutama di Jalan Oto Iskandardinata, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, setidaknya terdapat tiga lapak penukaran uang yang berdiri berdekatan dengan jarak hanya sekitar 3 sampai 4 meter, Kamis (12/3/2026).
Pantauan di lokasi, para pedagang menawarkan berbagai paket uang pecahan baru kepada pengendara yang melintas maupun warga yang sengaja berhenti untuk menukar uang. Pecahan yang disediakan umumnya mulai dari Rp2.000 hingga Rp20.000 yang telah disusun rapi dalam plastik.
Salah seorang pedagang jasa penukaran uang, Hendra mengatakan dirinya mulai membuka lapak sejak beberapa hari terakhir karena menjelang Lebaran.
“Biasanya kalau sudah mendekati Lebaran seperti ini mulai ramai yang cari uang pecahan. Makanya saya mulai jualan dari sekarang,” ujarnya saat ditemui di lokasi.
Ia menuturkan bahwa setiap tahun menjelang Idulfitri jasa penukaran uang di pinggir jalan memang selalu diminati masyarakat yang ingin menyiapkan uang untuk dibagikan kepada anak-anak saat hari raya.
“Banyak yang tukar buat bagi-bagi keponakan atau anak kecil di rumah. Jadi pecahan kecil lebih banyak dicari,” katanya.
Menurut Hendra, lokasi di Jalan Oto Iskandardinata dipilih karena merupakan jalur yang cukup ramai dilalui kendaraan sehingga peluang mendapatkan pembeli lebih besar.
Ia juga menyebutkan bahwa di sepanjang jalan tersebut terdapat tiga pedagang jasa penukaran uang yang membuka lapak dengan jarak yang sangat berdekatan.
“Di sini ada tiga yang jualan, jaraknya dekat-dekat, paling sekitar 3 sampai 4 meteran saja,” ungkapnya.
Meski demikian, ia mengaku persaingan antar pedagang tidak terlalu menjadi masalah karena pembeli tetap datang silih berganti terutama pada sore hingga malam hari.
“Kalau sudah sore biasanya lebih ramai, banyak orang pulang kerja sekalian berhenti tukar uang,” jelasnya.
Sementara itu, salah seorang warga yang menukar uang, Rajwa mengaku sengaja menukarkan uang pecahan kecil untuk dibagikan kepada keponakan dan anak-anak tetangga saat Lebaran nanti.
“Saya tukar buat bagi-bagi keponakan sama anak-anak tetangga pas Lebaran nanti,” kata Rajwa.
Ia mengatakan menukar uang di pinggir jalan dinilai lebih praktis dibandingkan harus pergi ke bank yang biasanya membutuhkan waktu lebih lama.
“Kalau di bank biasanya harus antri, jadi lebih cepat tukar di sini saja,’ ujarnya.
Menurutnya, keberadaan beberapa lapak penukaran uang yang berdiri berdekatan justru memudahkan pembeli karena bisa memilih pedagang dengan biaya jasa yang dianggap paling sesuai.
“Kalau banyak yang jualan kan kita bisa pilih, tinggal lihat pecahannya berapa,” tuturnya.
Reporter: Muhamad Najib











