TANGERANG,BANTENEKSPRES.CO.ID–Kinerja pemerintahan di bawah komando Wali Kota Tangerang Sachrudin dan Wakil Wali Kota Maryono menunjukkan tren positif. Kinerja tahun 2025, pertumbuhan ekonomi Kota Tangerang diangka 5,20 persen, naik dibanding 2024 yang berada diangka 5,04 persen.
Angka kemiskinan menurun dari 5,43 persen pada 2024, menjadi 5,19 persen pada 2025. Angka-angka indikator ini menunjukkan dampak dari sejumlah program yang dicanangkan Sachrudin-Maryono di awal pemerintahannya. Salah satunya, Gampang Kerja dan Gampang Sembako.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkot Tangerang Ruta Ireng Wicaksono mengatakan, pertumbuhan ekonomi Kota Tangerang meningkat dari 5,04 persen di 2024 menjadi 5,20 persen di 2025.
”Tingkat kemiskinan menurun dari 5,43 persen menjadi 5,19 persen. Salah satu kunci pencapaian ini adalah program Gerakan Gampang Sembako, yang menjangkau 13 kecamatan dan membantu warga memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau,” papar Ruta, Jumat (20/02/26).
Tidak hanya itu, kata Ruta, inovasi di bidang pertanian perkotaan juga digencarkan melalui urban farming, termasuk 76 Kelompok Wanita Tani (KWT) dan 39 kelompok pemberdayaan ikan. Keterbatasan lahan pertanian tidak menyurutkan usaha Pemkot Tangerang menggaungkan program ketahanan pangan. Warga didorong memanfaatkan lahan-lahan sempit untuk ditanami tanaman produktif menggunakan metode urban farming.
Pemkot memberikan stimulus berupa bibit tanaman dan tenaga ahli. “Hasilnya, program ini berhasil menghasilkan 100.920 polybag tanaman cabai, tomat, dan terong. 352.717 ekor ikan nila dan lele, 11.147 polybag tanaman obat keluarga hingga 45 ekor hewan ternak kambing dan domba,” lanjutnya.
Selain itu, pembentukan 11 Poktan (7 poktan tani dan 4 poktan hortikultura) berhasil mengelola 98 hektare lahan sawah padi di Kota Tangerang. Sepanjang 2025, sektor pertanian kota juga menghasilkan 846 ton beras, 4,7 ton cabai besar dan 4,9 ton bawang merah, memperkuat ketahanan pangan lokal.
“Kami ingin memastikan setiap warga Kota Tangerang dapat mengakses pangan berkualitas dengan harga terjangkau, sekaligus mendorong ekonomi lokal dan pemberdayaan masyarakat,” kata Ruta.(adv)










