SMPN 3 Curug Gelar Tharib Ramadan, Recharge Iman Sambut Bulan Suci

SMPN 3 Curug Gelar Tharib Ramadan, Recharge Iman Sambut Bulan Suci
Siswa SMPN 3 Curug melakukan maaf-maafan sebelum menyambut bulan suci Ramadan kepada guru dan juga staff sekolah. Randy/Bantenekspres.co.id

CURUG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Menyambut datangnya bulan suci Ramadan, SMPN 3 Curug menggelar kegiatan Tharib Ramadan yang berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan di lingkungan sekolah, Minggu 15 Februari 2026.

Kegiatan tahunan tersebut diikuti oleh seluruh siswa, guru, serta tenaga kependidikan. Tharib Ramadan menjadi momentum untuk melakukan “recharge” iman, mempererat silaturahmi, sekaligus mempersiapkan diri menyambut Ramadan dengan hati yang bersih dan suci.

Bacaan Lainnya

Sejak pagi hari, suasana sekolah tampak berbeda. Para siswa mengenakan busana muslim yang rapi, sementara lantunan ayat suci Al-Qur’an dan shalawat menambah kekhusyukan rangkaian acara.

Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan tausiyah yang mengingatkan pentingnya meningkatkan keimanan dan ketakwaan menjelang Ramadan. Para siswa juga diajak melakukan refleksi diri, memperbaiki hubungan dengan sesama, serta menata niat agar ibadah di bulan suci dapat dijalankan secara maksimal.

Kepala SMPN 3 Curug, Nuraenun, mengatakan Tharib Ramadan bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari pembinaan karakter dan spiritual peserta didik.

“Tharib Ramadan ini menjadi momentum bagi kita semua untuk melakukan recharge iman. Sebelum memasuki bulan suci, kita harus membersihkan hati, memperbaiki niat, serta saling memaafkan. Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan haus, tetapi juga memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas ibadah,” ujarnya.

Menurutnya, sekolah memiliki peran penting dalam membentuk karakter religius siswa. Melalui kegiatan keagamaan seperti Tharib Ramadan, nilai-nilai spiritual tidak hanya diajarkan secara teori, tetapi juga dipraktikkan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.

“Kami ingin siswa menyambut Ramadan dengan kesiapan mental dan spiritual. Kegiatan ini juga memperkuat kebersamaan antara siswa dan guru, sehingga suasana belajar menjadi lebih kondusif,” katanya.

Ia berharap Tharib Ramadan mampu menanamkan nilai keikhlasan, kedisiplinan, serta kepedulian sosial di kalangan siswa. Ramadan, kata dia, merupakan sarana pembelajaran yang mengajarkan kesabaran, empati, dan pengendalian diri.

Selain tausiyah dan doa bersama, kegiatan juga diisi dengan saling bersalaman dan bermaafan antara siswa dan guru. Momen tersebut berlangsung haru dan penuh kehangatan sebagai simbol kesiapan menyambut Ramadan dengan hati yang bersih.

Para siswa mengaku antusias mengikuti kegiatan tersebut karena dinilai mampu menambah semangat dan kesiapan spiritual dalam menjalankan ibadah puasa serta amalan Ramadan lainnya.

Melalui kegiatan Tharib Ramadan, pihak sekolah berharap seluruh warga sekolah dapat menjalani ibadah di bulan suci dengan penuh keikhlasan dan semangat kebersamaan. (*)

Pos terkait