150 Peserta Ikuti Pelatihan dan Sertifikasi Tukang Baja Ringan di Kota Tangsel

Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie (tengah) foto bersama dengam peserta pelatihan dan uji sertifikasi tenaga kerja terampil konstruksi dengan jabatan kerja tukang pasang rangka baja ringan. Tri Budi/Bantenekspres.co.id

SERPONG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Sebanyak 150 peserta mengikuti pelatihan dan uji sertifikasi tenaga kerja terampil konstruksi dengan jabatan kerja Tukang Pasang Rangka Baja Ringan.

Pelatihan yang diselenggarakan oleh Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (DSDABMBK) Kota Tangerang Selatan tersebut dilaksanakan di Gedung Galeri Koperasi dan UMKM Kota Tangsel, pada Kamis-Jumat, 12-13 Februari 2026.

Bacaan Lainnya

Kepala Bidang Jasa Konstruksi pada DSDABMBK Kota Tangsel, Mahyudin Mahmud, mengatakan kegiatan ini digelar melalui Bidang Jasa Konstruksi dan diikuti oleh 150 calon tenaga kerja terampil.

“Kegiatan pelatihan dan uji kompetensi ini berlangsung selama dua hari, 12-13 Februari 2026. Program ini merupakan hasil kolaborasi Dinas SDABMBK dengan Balai Jasa Konstruksi Wilayah III Jakarta,” ujarnya, Kamis, 12 Februari 2026.

Mahyudin menambahkan, kegiatan ini turut didukung oleh BPJS Ketenagakerjaan Kota Tangerang Selatan serta PT Kencana Baja Ringan yang berkontribusi sebagai penyedia material.

Peserta yang dinyatakan lulus akan memperoleh dua sertifikat, yakni Sertifikat Kompetensi BNSP yang diterbitkan oleh Balai Jasa Konstruksi Wilayah III Jakarta, serta sertifikat pendamping dari Himpunan Ahli Konstruksi Indonesia (HAKI).

Menurut Mahyudin, program sertifikasi gratis ini merupakan kelanjutan dari apresiasi Kementerian Pekerjaan Umum atas kinerja Pemerintah Kota Tangerang Selatan dalam pembinaan jasa konstruksi.

Ia menjelaskan, Dinas SDABMBK Kota Tangsel meraih peringkat ke-2 tingkat kota untuk kategori Sub-Urusan Jasa Konstruksi selama dua tahun berturut-turut, yakni pada 2024 dan 2025.

“Atas capaian ino, Kota Tangsel kembali memperoleh kuota sertifikasi gratis. Tahun 2024 sebanyak 300 orang, tahun 2025 sebanyak 200 orang, dan tahun 2026 sebanyak 150 orang,” tambahnya.

Menurutnya, selama periode 2022 hingga 2025, Dinas SDABMBK telah memfasilitasi sertifikasi bagi 564 tenaga kerja konstruksi dari berbagai jabatan. Sertifikasi kompetensi tenaga kerja konstruksi merupakan amanat Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi Pasal 70, yang mewajibkan setiap tenaga kerja konstruksi memiliki Sertifikat Kompetensi Kerja (SKK).

Pelanggaran terhadap ketentuan tersebut dapat dikenai sanksi administratif hingga larangan bekerja pada proyek-proyek tertentu. Dalam kegiatan tersebut, asesor dari BJKW III Jakarta dan tim penguji dari HAKI hadir langsung untuk memastikan pelaksanaan uji kompetensi berjalan sesuai standar nasional.

“Peserta pelatihan berasal dari berbagai unsur, di antaranya tergabung dalam Barisan Karya Madani (BKM) Tangsel, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Tangsel, Universitas Terbuka, serta HAKI,” jelasnya.

“Dengan meningkatnya jumlah tenaga tersertifikasi setiap tahun, kualitas infrastruktur di Kota Tangsel diharapkan semakin kokoh, tidak hanya dari sisi fisik, tetapi juga dari kualitas sumber daya manusia yang membangunnya,” tutupnya.

Sementarabitu, Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan, pelatihan ini merupakan program kolaborasi antara Pemkot Tangsel dan Kementerian PUPR, khususnya bidang Sumber Daya Air, Bina Marga, serta Bina Konstruksi.

“Hari ini saya membuka dimulainya pelatihan bagi 150 orang pekerja konstruksi, khususnya di bidang jaringan. Ini merupakan program kolaborasi antara Pemkot Tangsel dengan Kementerian PUPR, dan juga didukung berbagai pihak lainnya,” ujarnya.

Pria yang biasa disapa Pak Ben ini menambahkan, kolaborasi tersebut melibatkan Balai Jasa Konstruksi, HAKI, serta Kadin Tangsel. “Sebanyak 150 orang ini merupakan tahap awal. Mudah-mudahan nanti bisa kita tambah lagi sampai kuotanya lebih dari 200 peserta untuk tahun ini,” tambahbya.

Menurut Pak Ben, pola yang dibangun Pemkot Tangsel adalah pelatihan kemudian sertifikasi untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja. “Peserta pelatihan ini bukan tenaga kerja baru. Mereka adalah pekerja yang memang sudah bergelut di bidang konstruksi, sehingga pelatihan ini sifatnya penguatan kompetensi dan peningkatan standar,” jelasnya.

Pak Ben berharap, output dari program ini adalah tenaga kerja yang memiliki sertifikat sehingga memiliki daya tawar lebih baik dan kualitas pembangunan semakin terjamin. “Ke depan, pelatihan serupa juga bisa dikembangkan untuk bidang lain seperti beton, pasangan bata, dan bidang-bidang konstruksi lainnya sesuai kebutuhan,” terangnya.

Ditempat yang sama, Kepala Dinas
SDABMBK Robby Cahyadi mengatakan, sertifikasi tenaga ahli maupun tenaga terampil saat ini sudah menjadi kewajiban dalam pelaksanaan proyek konstruksi.
“Program ini juga dibantu oleh Balai Jalan dan Kementerian Pekerjaan Umum. Memang sekarang sertifikasi tenaga ahli maupun tenaga terampil itu sudah menjadi kewajiban dalam pelaksanaan proyek-proyek konstruksi,” ujarnya.

Robby mengatakan, ke depan sertifikasi tidak hanya untuk satu bidang, tetapi seluruh tenaga kerja konstruksi. “Kedepan, tenaga terampil ini bukan hanya bidang atap atau jaringan saja. Tapi semuanya harus bersertifikat, mulai dari tukang batu, tukang besi, sampai pekerja umum,” tambahnya.

Menurutnya, pelatihan dilakukan selama dua hari dan dilanjutkan dengan tes sertifikasi. “Pelatihannya dilakukan selama dua hari dan nanti ada tes. Jadi setelah pelatihan, langsung dilanjutkan dengan sertifikasi,” jelasnya.
Robby menambahkan, bidang pemasangan baja ringan dan jaringan memiliki standar teknis tersendiri yang harus dipahami pekerja. “Atap jaringan itu punya standar teknis sendiri, ada SNI yang harus diikuti, termasuk cara pemasangan, jarak, dan spesifikasinya. Kalau pemasangannya tidak sesuai standar, terkena angin sedikit bisa rusak dan lepas,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Balai Jasa Konstruksi Wilayah III Jakarta Priyono mengatakan, pelatihan ini merupakan bentuk apresiasi Kementerian PUPR atas prestasi Pemkot Tangsel dalam pembinaan jasa konstruksi.

“Tahun lalu Pemkot Tangsel memperoleh penghargaan juara dua pembinaan OPD di tingkat kabupaten/kota. Dari capaian tersebut, Kementerian PUPR memberikan apresiasi berupa program pelatihan dan sertifikasi tenaga kerja konstruksi tingkat terampil,” ujarnya.

Priyono menambahkan, kuota pelatihan pada 2024 sebanyak 300 orang yang dilaksanakan dua tahap, kemudian berlanjut pada 2025 dengan kuota tambahan 200 orang.

“Alhamdulillah, di tahun 2025 Kota Tangsel kembali meraih penghargaan juara dua pembinaan jasa konstruksi. Sehingga kembali mendapatkan apresiasi berupa pelatihan dan sertifikasi sebanyak 200 orang,” tambahnya.

Priyono menyebut, kegiatan kali ini difokuskan pada pemasangan baja ringan karena sesuai kebutuhan lapangan. “Untuk kegiatan pelatihan dan sertifikasi kali ini fokusnya adalah pada pemasangan baja ringan. Harapannya, hasil dari pelatihan ini benar-benar bisa diterapkan dalam pekerjaan konstruksi secara nyata,” jelasnya.

“Kegiatan ini menjadi bentuk sinergi antara pemerintah daerah, Kementerian PUPR, dan stakeholder jasa konstruksi dalam meningkatkan kualitas tenaga kerja,” tutupnya. (*)

Pos terkait