Putus Asa Sakit Tak Sembuh, Warga Binuang Bunuh Diri

depresi karena sakit tak kunjung sembuh pria melakukan aksi bundir.

BINUANG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Warga Desa Warakas, Kecamatan Binuang, Kabupaten Serang, berinisial S (68) ditemukan bunuh diri di rumahnya dengan posisi leher tergantung di pintu kamar pada Sabtu 7 Februari 2026.

Korban nekat bunuh diri ini, diduga karena putus asa atas penyakit yang dideritanya tidak pernah sembuh, yang akhirnya nekat mengakhiri hidupnya sendiri di rumahnya.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan keterangan dari Kapolsek Carenang AKP Desma Priatna mengatakan, peristiwa ini terjadi pada Sabtu 7 Februari 2026 sekitar pukul 16.45, bermula dari saudaranya berinisial MR datang ke rumah korban dengan maksud ingin mengambil pakaian SP yang merupakan istrinya korban.

Ketika datang ke rumah, MR memanggil korban namun tidak ada jawabannya yang akhirnya karena tidak terkunci langsung masuk, ketika sampai kamar dirinya terkejut korban sudah tergantung di pintu kamar.

“Saudara korban ini mau ambil pakaian istrinya, ketika di kamar terkejut bahwa korban ditemukan sudah gantung diri di pintu kamarnya. Kemudian, MR keluar teriak minta pertolongan ke SP istri korban dan langsung melaporkan ke kepolisian sektor Carenang,” katanya, Senin 9 Februari 2026.

Desma mengatakan, adapun soal motif korban ini sampai bunuh diri dari dugaan sementara bahwa, korban putus asa lantaran penyakit yang diderita tidak kunjung sembuh.

Karena, berdasarkan keterangan saksi bahwa korban sempat mengeluhkan penyakitnya kepada keluarga, sakit yang dideritanya terus menerus tak kunjung sembuh.

“Dari keterangan saksi, bahwa korban ini sudah putus asa karena penyakitnya tidak kunjung sembuh, dan membuatnya nekat untuk bunuh diri mengakhiri hidupnya. Saat ini, jasad korban sudah dibawah ke rumah sakit Bhayangkara untuk dilakukan identifikasi oleh Polres Serang,” ujarnya.

Camat Binuang Mamak Abror mengatakan, atas kejadian tersebut pihaknya sangat berduka, dan menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan.

Selanjutnya, pihaknya langsung berkoordinasi dengan pihak berwenang untuk memastikan agar penanganan setelahnya bisa tepat, dan memberi dukungan kepada keluarga korban.

“Tentunya kami sangat prihatin, dan semoga ada hikmah dari kejadian ini serta kami berharap kejadian serupa tidak terjadi lagi di wilayah kami. Kami akan berupaya memberikan yang terbaik, selain itu kami juga menghormati privasi keluarga yang kini di masa sulitnya,” katanya. (*)

Reporter : Agung Gumelar

Caption : Ilustrasi seseorang sedang putus asa

Foto : Google/Bantenekspres.co.id

Tagss :

Pos terkait