TANGERANG,BANTENEKSPRES.CO.ID –Pembangunan RSUD Panunggangan Barat, Kota Tangerang sudah selesai. Wali Kota Tangerang Sachrudin membentuk tim percepatan agar rumah sakit tersebut segera bisa beroperasi melayani warga.
“Infrastruktur sudah 100 persen, tapi ini masih dalam tahap pemeliharaan, finishing dan pemantapan. Kita bentuk tim percepatan agar rumah sakit ini segera bisa beroperasi,” kata Sachrudin. Ia mengatakan RSUD Panunggangan Barat akan dapat mengurangi beban RSUD Kota Tangerang yang berada di kawasan Modern Land.
Warga yang berada di Karawaci, Cibodas, Periuk dan Jatiuwung akan lebih mudah mengakses RSUD Panunggangan Barat yang tahap awal rumah sakit tipe D. Saat mengecek RSUD Panunggangan Barat, Sachrudin menilai kesiapan infrastruktur dan fasilitas medis sudah siap. Didampingi oleh sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Sachrudin menyisir setiap sudut gedung.
Mulai dari pelataran sekitar RSUD, ruangan dalam gedung seperti ruangan instalasi gawat darurat (IGD), poli rawat jalan, ruang rawat inap dan lainnya. Sachrudin mengatakan, pihaknya menyempatkan rapat koordinasi dengan OPD terkait sekaligus membentuk tim percepatan dalam upaya RSUD Panunggangan Barat segera dapat dioperasikan.
Dia menyebut, RSUD Panunggangan Barat dengan kapasitas 54 tempat tidur rawat inap ditargetkan dapat beroperasi pada tahun 2027. Dia menekankan, bahwa kehadiran RSUD Panunggangan Barat merupakan komitmen Pemerintah Kota Tangerang dalam mendekatkan akses layanan kesehatan berkualitas bagi warga di wilayah Barat Kota Tangerang.
“Tahun ini harus dikebut, agar di awal 2027 bisa beroperasi,” tegas Sachrudin. Dia juga memastikan sistem aliran listrik cadangan (genset) berfungsi optimal untuk mendukung alat medis sensitif. Selain itu, infrastruktur lainnya, seperti area parkir dan drainase untuk segera dirapikan agar tidak terjadi genangan saat hujan.
Rumah sakit tipe D ini diproyeksikan menjadi garda terdepan dalam menekan angka kematian ibu dan bayi melalui layanan unggulan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA).
Direktur RSUD Panunggangan Barat, dr Rizki Adiyarti mengungkapkan, bahwa setelah diresmikan nanti, rumah sakit ini akan menjadi muara rujukan bagi puluhan puskesmas yang tersebar di wilayah Kota Tangerang untuk mendapatkan pelayanan medis tingkat lanjut.
“RSUD ini akan menjadi rumah sakit rujukan dari puskesmas-puskesmas. Di Kota Tangerang ada 39 puskesmas, dan semuanya boleh merujuk pasien ke sini jika membutuhkan penanganan lebih lanjut,” ujar dr Rizki.
Rizki menegaskan, bahwa visi utama RSUD Panunggangan Barat adalah memberikan proteksi maksimal bagi keselamatan ibu dan anak. Kehadiran fasilitas ini diharapkan mampu meminimalisir risiko medis saat proses persalinan maupun perawatan bayi baru lahir.
“Fokus utama kami adalah mencapai zero angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB). Kami hadir untuk menghilangkan atau setidaknya mengurangi risiko tersebut secara signifikan di Kota Tangerang,” jelasnya. (adv)











