BPBD Catat Ada 22 Titik Rawan Banjir di Tangsel

Petugas sedang menyedot air menggunakan mesin penyedot milik Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (DSDABMBK) Kota Tangsel. DSDABMBK Tangsel For Bantenekspres.co.id

SERPONG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangsel mencatat ada puluhan titik rawan banjir yang tersebar di 7 kecamatan.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Tangsel Arif Afwan Taufani mengatakan, di wilayahnya terdapat 22 titik yang rawan terjadi banjir. “22 titik rawan banjir ini tersebar di 7 kecamatan,” ujarnya kepada BANTENEKSPRES.CO.ID, Selasa, 27 Januari 2026.

Bacaan Lainnya

Pria yang biasa disapa Tofan ini menambahkan, 22 titik rawan banjir tersebut tersebar di Kecamatan Serpong ada 1 titik, Serpong Utara 3 titik, Setu 2 titik, Pondok Aren 5 titik, Ciputat 3 titik, Ciputat Timur 4 titik dan Pamulang 4 titik.

“Penyebab utama di 22 titik ini bajir adalah curah hujan yang tinggi, kemudian kondisi drainase yang belum optimal, sehingga aliran air tidak lancar di beberapa titik,” tambahnya.

Menurutnya, sejauh ini dari total 22 titik rawan banjir lebih tepat disebut genangan, bukan banjir besar. Dimana durasi genangan Ir maksimal sekitar 3 jam, setelah itu sudah surut kembali.

“Biasanya tidak lama, sekitar 3 jam sudah surut, tinggal sisa-sisa genangan kecil.
Ketinggian genangannya rata-rata sejauh ini sekitar 30 sampai 40 sentimeter,” jelasnya.

Tofan mengungkapkan, titik genangan tertinggi sekitar 40 centimeter biasanya terjadi di beberapa lokasi, antara lain Bukit Pamulang Indah (BPI), Pondok Maharta, Kampung Bulak di Pondok Aren dan lainnya.

“Biasanya kalau terjadi banjir kita berkoordinasi dengam dinas terkait untuk membantu warga yang terdampak,” tutupnya.

Sementara itu, Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (DSDABMBK) Kota Tangsel menyiakan ratusan mesin penyedot air. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi menghadapi potensi cuaca ekstrem yang belakang mulai terjadi.

Humas Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (DSDABMBK) Kota Tangsel Kemal Fauzi mengatakan, saat ini terdapat 145 rumah pompa yang telah dibangun dan siap dioperasikan.

“Ada 145 rumah pompa yang siap kita gunakan untuk memompa air bila terjadi banjir,” ujarnya.

Kemal menambahkan, pembangunan 145 rumah pompa ini telah terealisasi hingga 2025. Seluruh rumah pompa itu ditempatkan di titik-titik yang selama ini dikenal rawan genangan dan banjir.
“Ada 6 unit mesin portabel yang siap digunakan,” katanya.

Pihaknya mengimbau masyarakat dan khususnya yang bermukim di sekitar daerah aliran sungai (DAS), agar meningkatkan kewaspadaan. Pasalnya, potensi banjir dapat terjadi sewaktu-waktu seiring intensitas hujan yang tinggi.

Dimana seluruh rumah pompa dan mesin portabel dalam kondisi baik dan siap beroperasi. Ia meminta masyarakat tidak panik jika terjadi genangan air. “Warga tidak perlu khawatir. Genangan air bisa lebih cepat surut karena aktivitas pompa akan berfungsi secara otomatis,” tutupnya. (*)

Reporter: Tri Budi

Pos terkait