KEMIRI,BANTENEKSPRES.CO.ID – Air setinggi pinggang orang dewasa tak menyurutkan langkah kaki seorang pria berseragam dinas cokelat. Sambil memikul plastik merah besar di pundaknya, ia terus menerjang genangan air yang menutupi akses jalan di Kampung Kandayakan, Desa Legok Sukamaju, Kecamatan Kemiri.
Sosok itu adalah Jayadi, Kepala Desa (Kades) Patramanggala. Di tengah duka yang menyelimuti warga akibat luapan Kali Cimanceuri yang tak terkendali, Jayadi hadir bukan sekadar untuk meninjau, melainkan untuk mengulurkan tangan secara langsung.
Tanpa rasa canggung, Jayadi membagikan paket bantuan satu per satu kepada warga desa tetangga. Senyum hangatnya seolah menjadi pelipur lara bagi anak-anak dan ibu-ibu yang rumahnya terendam banjir.
Aksi ini menjadi bukti nyata bahwa kepedulian tak mengenal batas wilayah, melainkan hadir di titik terendah masyarakat terdampak banjir.
”Semangat kepedulian sosial ini harus terus terpancar, terutama saat saudara-saudara kita sedang dirundung duka,” ujarnya singkat saat dikonfirmasi, Rabu, 28 Januari 2026.
Warga Kampung Kandayakan menyambut antusias kehadirannya. Banyak dari mereka yang terharu melihat sang Kades rela basah-basahan demi memastikan bantuan sampai ke tangan yang tepat.
Banjir akibat luapan Kali Cimanceuri memang menjadi tantangan berat bagi wilayah Kabupaten Tangerang tahun ini. Namun, di balik bencana tersebut, muncul sosok-sosok seperti Jayadi yang memberikan harapan bahwa solidaritas dan kemanusiaan masih sangat kuat.
Aksi heroik Jayadi diharapkan menjadi inspirasi bagi banyak pihak untuk lebih peka terhadap kondisi sekitar. Seiring dengan surutnya air nanti, harapan warga adalah adanya solusi permanen agar luapan Kali Cimanceuri tidak lagi menjadi momok yang menakutkan.
Namun untuk saat ini, bagi warga Kampung Kandayakan, kehadiran Jayadi dengan platik merah di pundaknya sudah cukup untuk membuat mereka merasa tidak sendirian menghadapi cobaan ini. (*)











