Petisi Bela Guru SDK Mater Dei Pamulang Viral, Ribuan Warganet Dukung Bu Budi

Sepeda motor terparkir di depan gerbang SDK Mater Dei Pamulang. Tri Budi/Bantenekspres.co.id

PAMULANG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Viral di media sosial petisi berjudul “Keadilan Untuk Seorang Guru”. Guru yang dimaksud adalah guru Sekolah dasar Katholik (SDK) Mater Dei Pamulang bernama Christiana Budiyati atau biasa disapa Ibu Budi.

Hingga Selasa, 27 Januari 2026 pukul 16.06 WIB sudaj ada 18.680 orang yang memberikan tandatangan sebagai bentuk dukungan kepada Ibu Budi. Petisi tersebut dibuat sebagai bentuk solidaritas dan dukungan kepada Ibu Budi yang dilaporkan atas dugaan kekerasan verbal terhadap murid.

Bacaan Lainnya

Petisi tersebug dibuat oleh anak dari Ibu Guru bernama Dino Gabriel. Dirinya membuat petisi untuk minta dukungan kepada warganet baik secara moral dan psikologis untuk ibunya. Pasalnya, ibunya dilaporkan oleh orang tua murid sekolah tersebut yang diduga merasa tidak terima atas budaya mengajar Ibu Budi di sekolah tersebut.

Dalam petisi ini menilai tindakan yang dilakukan Budi merupakan bagian dari tugas pendidik dalam membina karakter siswa, bukan bentuk kekerasan. Dimana peristiwa bermula pada Agustus 2025 saat kegiatan lomba di sekolah sedang berlangsung.

Saat itu ada seorang murid terjatuh setelah meminta temannya untuk menggendongnya namun, tidak mendapatkan pertolongan baik dari temannya maupun murid lain di sekitarnya.

Anak tersebut akhirnya ditolong oleh orang tua murid yang berada di lokasi kejadian. Sebagai wali kelas, Ibu Budi menyayangkan sikap tidak peduli yang ditunjukkan murid-muridnya. Lalu dirinya memberikan teguran dan nasihat secara umum di dalam kelas agar siswa bertanggung jawab, saling peduli, serta menghayati nilai-nilai Pancasila sebagai dasar pembentukan karakter.

Teguran tersebut disampaikan tanpa kata-kata kasar dan tidak ditujukan kepada murid tertentu, melainkan sebagai pembelajaran bersama. Namun, nasihat tersebut dipersepsikan salah satu murid sebagai tindakan memarahi di depan kelas.

Kemudian dilakukan mediasi secara kekeluargaan namun, tidak mencapai kesepakatan. Pihak keluarga murid kemudian memutuskan memindahkan anaknya ke sekolah lain. Setelah mediasi Ibu Budi dilaporkan oleh pihak orang tua kurid ke Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta Polres Tangsel.

Ibu Budi dilaporkan dengan tuduhan melakukan kekerasan verbal terhadap siawa. Pihak SDK Mater Dei Pamulang belum bersedia memberikan keterangan resmi terkait kejadian tersebut. Namun, seorang petugas keamanan (Satpam) sekolah mengataman, pihak sekolah belum mau memberikan komentar terkait kasus tersebut.

Pria yang tidak mau disebutkan identitasnya tersebut mengaku, meskipu viral namun proses belajar mengajar di sekolahnha tetap berjalan normal. “Sekolah tetap jalan meskipun di medsos ramai,” ujarnya kepada wartawan, Selasa, 27 Januari 2026.

Menurutnya, guru yang bersangkutan merupakan pengajar senior dan berpengalaman dan tanpa catatan pelanggaran selama mengajar. “Guru ini ngajarnya sudah lama tapi, masih dibawah 10 tahun,” tambahnya.

Dirinya juga menyebut jika sekolah memiliki 24 kelas dengan jumlah siswa sekitar 32 anak per kelas. Seluruh ruang kelas juga dilengkapi dengan kamera pengawas (CCTV). Juga telah dilakukan pengecekan rekaman CCTV dan hasilnya tidak ditemukan adanya tuduhan yang dilayangkan orang tua siswa.

“Disini setiap kelas ada CCTV, ada AC, semua sudah cek CCTV, bersih tidak ada itu tuduhan dimaki-maki bahkan orang tuanya nyaksiin,” tuturnya.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Tangsel Ipda Yudhi Susanto mengaku, pihaknya telah menerima laporan dan sedang melakukan pendalaman kasus tersebut. “Kami telah menerima laporan ini,” ujarnya.

Yudhi menambahlan, pihaknya masih melalukan penyelidikan kasus ini untul didalami. “Namanya proses lidik, sidik kan butuh waktu pembuktian alat bukti. Untuk mempersangkakan seseorang itu harus berdasarkan koridor dan aturan hukum yang jelas,” tutupnya.

Hingga saat ini, kasus dugaan kekerasan verbal tersebut masih dalam proses penanganan oleh pihak berwenang. Sementara iti dukungan terhadap Bu Budi terus mengalir melalui petisi dan media sosial. (*)

Reporter: Tri Budi

Pos terkait