SERANG,BANTENESKPRES.CO.ID – Ketua DPRD Banten Fahmi Hakim mengaku akan mengawal ketat tentang percepatan pembangunan Hunian Tetap (Huntap) bagi korban terdampak banjir bandang di Kecamatan Lebak Gedong, Kabupaten Lebak pada 2020 lalu.
Fahmi mengatakan, bencana yang terjadi lima tahun lalu akan terus dikawal sampai tuntas. Saat ini proses sudah memasuki tahap final, dan koordinasi antara Pemkab Lebak, Pemprov banten, dan Pemerintah Pusat akan terus disinkronisasi. Tahapan awal perpidahan lahan sudah diselesaikan oleh Pemkab Lebak.
“Proses pematangan lahan yang merupakan kewajiban Pemkab akan dilaksanakan tahun ini dengan alokasi anggaran Rp2,8 miliar, termasuk penyediaan infrastruktur dasar seperti air bersih dan listrik,” katanya.
Lebih lanjut, tahap selanjutnya yang dilakukan oleh Pemprov Banten, yakni membangun aksebilitas atau jalan akses telah mulai menganggarkan pada 2025 dan akan dilanjutkan hingga tuntas pada 2026.
“Kewajiban Pemprov adalah jalan akses. Saya sudah menganggarkan di 2025 dan akan dituntaskan pada 2026 untuk jalan akses provinsi menuju lokasi hunian,” ujarnya.
Adapun pembangunan fisik hunian menjadi kewenangan Pemerintah Pusat melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP). Maka Fahmi mengaku akan melakukan kunjungan ke Jakarta untuk menindaklanjuti proses pembangunan Huntap.
“Kami akan segera ke Kementerian untuk memastikan proses huniannya dilaksanakan tahun 2026. Kami melakukan pengawasan secara khusus untuk memastikan warga benar-benar bisa segera pindah ke hunian baru pada tahun ini juga,” ungkapnya. (*)
Reporter: Syirojul Umam











