SERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID — Pemerintah Kota (Pemkot) Serang memastikan pelaksanaan Pasar Jedogan tahun ini tidak lagi digelar di kawasan Royal Baroe. Lokasi kegiatan tahunan tersebut dipindahkan ke Pasar Kepandean sebagai upaya menjaga dan melindungi fasilitas kawasan Royal yang telah dibangun.
Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (DinkopUKMperindag) Kota Serang, Wahyu Nurjamil, mengatakan kawasan Royal Baru saat ini sudah tidak diperbolehkan lagi digunakan sebagai lokasi pasar musiman. “Pasar Jedogan tahun ini kita alihkan ke Pasar Kepandean. Kawasan Royal sudah tidak bisa lagi digunakan agar fasilitas yang ada tetap terjaga dan tidak rusak,” kata Wahyu, Kamis 22 Januari 2025.
Menurut Wahyu, pelaksanaan Pasar Jedogan di Pasar Kepandean justru akan ditingkatkan skalanya. Kegiatan tersebut direncanakan berlangsung selama tiga hari, diperkirakan mulai tanggal 17 atau 18 hingga menjelang Hari Raya Idulfitri.
Selain aktivitas jual beli, Pasar Jedogan juga akan diramaikan dengan berbagai kegiatan pendukung. Mulai dari hiburan musik, permainan rakyat, hingga sejumlah acara menarik lainnya yang ditujukan untuk menarik minat pengunjung. “Konsepnya hampir sama seperti Serang Fair, tetapi skalanya lebih kecil dan lebih fokus pada pelaku usaha lokal,” ujarnya.
Berdasarkan data dari pihak kecamatan, kebutuhan stand pedagang pada Pasar Jedogan biasanya mencapai sekitar 200 unit. Namun, pada tahun ini kapasitas yang dapat difasilitasi baru sekitar 70 persen atau berkisar 120 hingga 130 stand.
“Prioritas tetap kita berikan kepada pelaku usaha lokal, khususnya UMKM Kota Serang,” jelas Wahyu.
Untuk mendukung kelancaran kegiatan, Pemkot Serang juga menyiapkan rekayasa lalu lintas di sekitar lokasi. Rencananya, penutupan jalan akan dilakukan mulai dari kawasan Flamengo hingga tikungan menuju Kepandean. “Stand pedagang fesyen akan ditempatkan di sepanjang jalan, sementara pedagang kuliner tetap berada di area pasar. Konsepnya mirip seperti kegiatan car free day,” terangnya.
Pasar Jedogan direncanakan berlangsung pada tanggal 17–19 atau 18–20. Wahyu menegaskan, pihaknya berharap kegiatan tersebut tidak mengganggu malam takbiran. “Kami ingin pada malam takbiran kawasan sudah kembali bersih dan tertib. Karena itu, komunikasi dengan para pedagang terus kami lakukan agar pelaksanaan berjalan lancar dan kondusif,” katanya.
Terkait anggaran, Pemkot Serang mengalokasikan dana sebesar Rp200 juta untuk pelaksanaan Pasar Jedogan selama tiga hari. Anggaran tersebut sudah termasuk honor petugas karena kegiatan ini melibatkan lintas organisasi perangkat daerah (OPD). (*)










