SERANG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Serang tahun ini, bakal memperbaiki sebanyak 40 sekolah yang mengalami kerusakan, terdiri dari 26 SDN dan 14 SMPN yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Perbaikan ini, difokuskan pada sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan dengan kategori sedang hingga berat, seperti ruang kelas, atap bangunan, lantai, sanitasi, serta fasilitas penunjang lainnya.
Langkah ini diharapkan, dapat menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan layak bagi siswa maupun tenaga pendidiknya.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Pendidikan pada Dindikbud Kabupaten Serang Christiansyah Pagua Amran mengatakan, program perbaikan sekolah ini menjadi prioritas pemerintah daerah, mengingat masih banyak bangunan sekolah yang kondisinya memprihatinkan.
Secara bertahap, di tahun ini melalui APBD Kabupaten Serang ditargetkan 40 sekolah baik SDN maupun SMPN, akan diperbaiki sesuai tingkat kerusakannya.
“Tahun ini, yang jadi prioritas kami untuk SDN itu ada 26 dan SMPN ada 14 totalnya 40 sekolah yang akan diperbaiki, anggarannya dari APBD Kabupaten Serang,” katanya, Rabu 21 Januari 2026.
Christiansyah mengatakan, total keseluruhan anggaran perbaikan sekolah, yang dikeluarkan melalui APBD Kabupaten Serang sebesar Rp20 miliar, yang terdiri dari Rp9 miliar lebih untuk SDN dan Rp9 miliar lebih untuk SMPN.
Adapun proses pengerjaannya, mengikuti aturan yang baru yakni melalui E Katalog Mini Kompetisi untuk proses kontruksinya.
“Jadi, anggarannya untuk SDN Rp9 miliar lebih dan SMPN Rp9 miliar lebih jika ditotalkan mencapai Rp20 miliar. Hanya mekanisme Pemilihan melalui e-katalog Mini Kompetisi seperti apa, nanti kita nunggu Perlem LKPP nya dulu keluar,” ujarnya.
Dikatakan Christiansyah, berdasarkan data yang diperolehnya total sekolah rusak di Kabupaten Serang, kurang lebih ada sekitar 300 sekolah yang mayoritas SDN dengan kategori rusak sedang dan berat.
Dirinya optimis dalam kurun waktu tiga sampai empat tahun kedepan, ratusan sekolah rusak akan selesai diperbaiki semuanya, karena penanganannya mendapat bantuan dari pemerintah pusat, namun belum diketahui secara pasti berapa banyak bantuan yang akan diberikan.
“Total sekitar 300 sekolah yang rusak, kebanyakan SDN yang mengalami kerusakannya baik sedang maupun berat. Tapi, kita dapat bantuan dari pemerintah pusat, namun jumlahnya belum tahu berapa banyak, yang pasti kalau dibantu mungkin tiga sampai empat tahun selesai semua,” ucapnya. (*)
Reporter : Agung Gumelar











