CURUG,BANTENEKSPRES.CO.ID – SMPN 5 Curug, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, terus melakukan inovasi dalam meningkatkan kedisiplinan serta efektivitas pengelolaan kehadiran siswa di lingkungan sekolah. Salah satunya dengan menerapkan sistem absensi digital menggunakan kartu ID Card bagi seluruh siswa.
Dalam sistem tersebut, setiap siswa diwajibkan melakukan absensi dengan menempelkan kartu identitas atau ID Card pada alat pemindai yang telah disediakan sekolah. Absensi dilakukan dua kali, yakni saat siswa datang ke sekolah dan saat pulang sekolah..
Kepala SMPN 5 CurugNetty Rismayanti mengatakan, bahwa penerapan absensi digital ini merupakan bagian dari upaya sekolah dalam memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kedisiplinan siswa sekaligus mempermudah pekerjaan guru.
“Dengan adanya sistem absensi digital ini, data kehadiran siswa dapat tercatat secara otomatis sehingga memudahkan pihak sekolah untuk mengetahui siswa yang hadir maupun yang tidak ha, dir pada hari tersebut,” ujarnya kepada Bantenekspres.co.id, Senin 9 Maret 2026.
Menurut Netty, sebelumnya guru harus melakukan absensi secara manual di dalam kelas, yang tentu membutuhkan waktu dan tenaga lebih. Namun dengan sistem digital, proses pencatatan kehadiran menjadi lebih praktis dan efisien.
“Dengan adanya absensi digital menggunakan ID Card ini, kami bisa memantau kehadiran siswa secara lebih cepat dan akurat. Sistem ini sangat membantu guru karena tidak perlu lagi mengabsen siswa satu per satu di kelas,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, bahwa sistem tersebut juga menjadi sarana untuk menanamkan kedisiplinan kepada siswa agar terbiasa tertib sejak datang hingga pulang sekolah.
“Setiap siswa harus melakukan absensi saat masuk dan saat pulang. Dengan begitu, kami bisa mengetahui secara pasti siapa saja yang hadir, siapa yang terlambat, dan siapa yang tidak masuk sekolah,” jelasnya.
Netty menambahkan, bahwa penerapan teknologi di lingkungan sekolah merupakan langkah penting untuk mengikuti perkembangan zaman serta meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan.
“Sekolah harus terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Dengan sistem absensi digital ini, kami ingin menciptakan manajemen sekolah yang lebih tertata, transparan, dan modern,” katanya.
Selain memudahkan guru, sistem absensi digital juga dinilai dapat meningkatkan rasa tanggung jawab siswa terhadap kehadiran mereka di sekolah.
“Melalui sistem ini, siswa menjadi lebih sadar bahwa kehadiran mereka tercatat dengan jelas. Hal ini tentu akan membentuk kebiasaan disiplin yang baik bagi mereka,” paparnya.
Ia berharap, inovasi tersebut dapat memberikan dampak positif terhadap proses pembelajaran serta menciptakan lingkungan sekolah yang lebih tertib dan teratur.
“Harapan kami, dengan adanya sistem absensi digital ini, kedisiplinan siswa semakin meningkat dan kegiatan belajar mengajar di SMPN 5 Curug dapat berjalan lebih optimal,” tutupnya. (*)










