PERIUK,BANTENEKSPRES, – Banjir yang melanda wilayah Kecamatan Periuk, Kota Tangerang sejak Minggu (8/3) masih menyisakan genangan di sejumlah permukiman warga. Hingga Rabu (11/3), sebagian warga masih bertahan di lokasi pengungsian yang tersebar di tiga titik, yakni GOR Gembor, Masjid Al Jihad, dan Kantor Kecamatan Periuk.
Menghadapi kondisi tersebut, relawan Satuan Siaga Bencana (SATGANA) PMI Kota Tangerang terus menjalankan operasi tanggap darurat dengan memberikan layanan kesehatan serta promosi kesehatan bagi para pengungsi.
Ketua PMI Kota Tangerang, Oman Jumansyah, mengatakan pihaknya terus melakukan asesmen sejak awal kejadian untuk memastikan kebutuhan warga terdampak banjir dapat terpenuhi.
“Kami terus melakukan asesmen lanjutan sejak banjir terjadi pada Minggu (8/3) untuk menentukan kebutuhan dan rencana operasi di lokasi terdampak. Hari ini kami menerjunkan personel SATGANA untuk memberikan pelayanan kesehatan dan promosi kesehatan kepada warga di pengungsian,” ujarnya, Rabu 11 Maret 2026.
Dalam kegiatan tersebut, relawan PMI memberikan edukasi kepada warga mengenai berbagai potensi penyakit yang dapat muncul akibat banjir, baik penyakit menular maupun tidak menular.
Koordinator Lapangan Operasi Tanggap Darurat Bencana PMI Kota Tangerang, Dhani Ricky Nugroho, menjelaskan layanan kesehatan dan edukasi diberikan langsung kepada pengungsi yang berada di Aula Kecamatan Periuk serta kantor MUI Kecamatan Periuk yang berada di area yang sama.
“Malam ini kami memberikan layanan kesehatan sekaligus promosi kesehatan kepada para pengungsi di Aula Kecamatan Periuk dan kantor MUI Kecamatan Periuk,” kata Dhani.
Ia menjelaskan, relawan PMI juga memberikan edukasi terkait penyakit tidak menular yang berpotensi dialami warga selama berada di pengungsian, seperti hipertensi, diabetes, dan asma.
“Kami mengedukasi pengungsi mengenai potensi penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes, dan asma yang bisa dialami selama masa pengungsian. Kami juga memberikan langkah-langkah pencegahan serta penanganan awal agar kondisi kesehatan pengungsi tetap terjaga,” jelasnya.
Selain itu, PMI juga mengingatkan warga mengenai sejumlah penyakit menular yang kerap muncul saat terjadi banjir, seperti leptospirosis, demam berdarah dengue (DBD), diare, serta penyakit kulit.
“Beberapa penyakit menular yang sering dijumpai saat banjir seperti leptospirosis akibat paparan kencing tikus pada luka juga kami sosialisasikan kepada warga. Kami mengimbau pengungsi untuk menjaga kebersihan, rutin mencuci kaki, serta menggunakan sepatu boot,” ujarnya.
PMI juga mengingatkan potensi DBD akibat genangan air yang menjadi tempat berkembang biak nyamuk Aedes aegypti, serta risiko diare dan penyakit kulit akibat paparan air banjir yang kotor.
PMI mengimbau warga yang mengalami keluhan kesehatan untuk segera melapor kepada petugas kesehatan agar dapat segera mendapatkan penanganan.
“Kami mengimbau warga terdampak banjir yang berada di pengungsian agar segera melaporkan kepada petugas kesehatan dari puskesmas, PMI, atau ke Pos Lapangan di Periuk Damai apabila merasakan gejala penyakit. Dengan begitu, penanganan dapat segera dilakukan agar kondisi kesehatan tidak semakin memburuk,” tutup Dhani. (*)










