Penerimaan Pajak di Banten Capai Rp70,22 Triliun

Kepala Kanwil DJP Banten, Aim Nursalim Saleh menyampaikan capaian DJP Banten secara virtual, Rabu 21 Januari 2026.

SERANG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Kanwil Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Provinsi Banten mencatat, hingga 31 Desember 2025 penerimaan pajak mencapai Rp70,22 triliun atau 86,18% dari target APBN 2025 sebesar Rp81,48 triliun.

Kepala Kanwil DJP Banten, Aim Nursalim Saleh mengatakan, realisasi penerimaan pajak berdasarkan kelompok jenis pajak, yaknu realisasi penerimaan PPh Non Migas sebesar 86,04%, PPN dan PPnBM sebesar 82,34%.

Bacaan Lainnya

“Kemudian PBB dan BPHTB sebesar 101,79% dan Pajak Lainnya sebesar 529,84%,” katanya dalam keterangan Rabu 21 Januari 2026.

Aim menegaskan kontribusi penerimaan pajak Kanwil DJP Banten ditopang oleh jenis pajak PPN Dalam Negeri sebesar 29,6%, PPN Impori sebesar 26,6%, dan PPh badan sebesar 11,7%.

Sementara untuk realisasi penerimaan pajak tertinggi dicapai oleh KPP Pratama Pandeglang sebesar 111,30% dan pertumbuhan terbaik dicapai oleh KPP Pratama Tigaraksa sebesar 24,31%.

“Realisasi penerimaan pajak tertinggi itu berasal dari KPP Pratama Pandeglang ya,” ungkapnya.

Sementara itu, Lisbon Sirait, Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Banten mengatakan, kinerja Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sampai dengan 31 Desember
2025, tumbuh sebesar 9,80% dengan realisasi mencapai 149,15% di atas realisasi Nasional
sebesar 104,00% dari target.

“Kinerja PNPB ini ditopang oleh Pendapatan Pelayanan Pertanahan, Jasa Kepelabuhanan, Pendapatan Paspor , Pendapatan Jasa Pelayanan
Pendidikan dan Jasa Pelayanan Rumah Sakit,” tuturnya.

Selanjutnya, dari sisi belanja negara sampai dengan 31 Desember 2025 mengalami kontraksi sebesar 2,5% dengan realisasi sebesar 96,28% diatas realisasi Nasional sebesar 95,30% dari target.

Realisasi belanja negara terbesar berasal dari belanja TKD sebesar Rp18,72 triliun atau 97,61% diatas realisasi Nasional sebesar 92,30% dari target, dan realisasi belanja K/L sebesar Rp9,19 triliun atau 93,67% di bawah realisasi Nasional sebesar 129,30% dari target,” paparnya. (*)

Reporter: Syirojul Umam

Pos terkait